Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani Tarik Dua Ekonom Jebolan UI sebagai Tenaga Ahli

Sri Mulyani mengharapkan kedua tenaga ahli dalam Kementerian Keuangan itu dapat bekerjasama memperkuat keuangan negara.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 31 Januari 2020  |  19:14 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menunjuk dua alumnus Universitas Indonesia (UI) sebagai tenaga ahli.

Dua tenaga ahli ini yakni Mantan Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara dan ekonom senior UI Kiki Verico.

Sri Mulyani menerangkan kehadiran kedua figur tersebut dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kinerja Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menghadapi tantangan yang ada sekarang. Secara lebih khusus, kehadiran Mirza menurut Sri Mulyani dibutuhkan dalam rangka membantu tugas Kemenkeu selaku Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Pengalaman Pak Mirza bisa menjembatani itu dan meningkatkan kapasitas kita selaku Ketua KSSK," kata Sri Mulyani, Jumat (31/1/2020).

Sementara Kiki dibutuhkan dalam spesialisasinya di bidang industri. Hal ini sejalan dengan kebutuhan pemerintah saat ini yang hendak meningkatkan kinerja manufaktur dan menciptakan lapangan kerja.

"Jadi bagaimana kebijakan fiskal mampu mendorong industrialisasi, kita harus memiliki design policy yang baik untuk mendukung tujuan itu," katanya.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, munculnya dua nama populer dari UI tersebut hanya kebetulan. Ia mengharapkan para tenaga ahli ini dapat bekerja dengan baik bersama dengan eselon I Kementerian Keuangan.

"Dalam rapat pimpinan itu tidak ada staf yang bisa kasak-kusuk sendiri, tugas bendahara negara itu ya bersama sama. Tidak ada yang spesial bisa sama saya sendiri," katanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sri mulyani
Editor : Anggara Pernando

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top