Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vale Indonesia (INCO) Kebut Perizinan Proyek Hidrometalurgi

PT Vale Indonesia Tbk terus berproses menggarap proyek pembangunan fasilitas permunian bijih nikel dengan teknologi hidrometalurgi di Pomalaa Sulawesi Tenggara.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  15:32 WIB
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki
Pekerja mengeluarkan biji nikel dari tanur dalam proses furnace di smelter PT. Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Sabtu (30/3/2019). - ANTARA/Basri Marzuki

Bisnis.com, JAKARTA - PT Vale Indonesia Tbk tengah menyelesaikan sejumlah perizinan yang dibutuhkan untuk memulai proyek pembangunan fasilitas permunian bijih nikel dengan teknologi hidrometalurgi di Pomalaa Sulawesi Tenggara.

Direktur Keuangan PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) Bernardus Irmanto mengatakan pihaknya sedang selesaikan perizinan yang dibutuhkan untuk bisa memulai pekerjaan di lapangan. Adapun waktu konstruksi diperkirakan sekitar 5 tahun.

"Mulai dibangunnya ya setelah semua perijinan yang dibutuhkan bisa didapatkan dan semua persyaratan untuk FID (final investment decision) bisa dipenuhi. Saya belum bisa disclose data tekhnis dan komersial saat ini," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (30/1).

Kendati demikian, pihaknya enggan membeberkan target pembangunan smelter bijih nikel dengan high pressure acid leaching (HPAL) atau teknologi hodrometalurgi.

Adapun nilai investasi pembangunan smelter ini diperkirakan US$2,5 miliar dengan kapasitas produksi 40.000 ton Ni dan 4.000 hingga 6.000 ton Co dalam MSP.

"Sekarang kami sedang memproses aplikasi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) setelah mendapatkan AMDAL dan rekomendasi gubernur," katanya.

Bernardus menambahkan pembangunan smelter HPAL ini untuk mendukung industri mobil listrik nasional sehingga Vale akan tetap menjadi produsen nikel olahan yang kemungkinan sebagian produknya bisa diserap untuk memproduksi baterai.

Untuk diketahui, proyek investasi smelter HPAL milik INCO merupakan salah satu dari 9 proyek investasi yang berhasil diekseksui oleh BKPM per Januari 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inco
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top