Antisipasi Virus Corona, Bandara Pekanbaru Pasang Pendeteksi Panas

Di Pekanbaru, misalnya, Kantor Kesehatan Pelabuhan sudah mengaktifkan alat pendeteksi panas untuk memantau setiap penumpang yang datang dari luar negeri di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) di Kota Pekanbaru, Riau, guna mengantisipasi wabah virus corona.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Januari 2020  |  12:59 WIB
Antisipasi Virus Corona, Bandara Pekanbaru Pasang Pendeteksi Panas
Petugas KKP mengoperasikan alat pendeteksi panas untuk mengantisipasi masuknya suspek virus corona di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Kota Pekanbaru, Riau. - ANTARA/ Bandara SSK II

Bisnis.com, PEKANBARU - Kesiapsiagaan dilakukan selalu negara mengantisipasi masuknya wabah virus Corona yang mulanya berjangkit di Wuhan, Hubei, China.

Di Indonesia seluruh bandara dan pelabuhan meningkatkan kesiapsiagaan serupa. 

Di Pekanbaru, misalnya, Kantor Kesehatan Pelabuhan sudah mengaktifkan alat pendeteksi panas untuk memantau setiap penumpang yang datang dari luar negeri di Bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) di Kota Pekanbaru, Riau, guna mengantisipasi wabah virus corona.

"Setiap kedatangan pesawat dari luar negeri kita lakukan pengawasan pada setiap penumpang," kata Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara SSK II, Albert Jenson di Pekanbaru, Minggu.

Alat pendeteksi panas (thermo scanner) tersebut ditempatkan di pintu masuk terminal kedatangan internasional. Piranti keras tersebut berupa kamera yang membaca setiap orang yang melintas sehingga kondisi tubuh mereka terlihat jelas di layar monitor.

Alat tersebut tidak menimbulkan antrean penumpang karena pendeteksian dilakukan secara otomatis.

"Kalau ditemukan suspect, tindakan kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait seperti dinas kesehatan dan rumah sakit," kata Albert.

Albert mengatakan hingga kini belum terdeteksi penumpang dari luar negeri yang dicurigai menderita virus mematikan tersebut.

"Sampai saat ini belum ada yang dinyatakan suspect corona," kata Albert.

Wabah virus corona jenis baru di China, yang menyerang paru-paru. Tiga orang dokter Beijing dinyatakan positif terjangkit sepulang dari Wuhan, Provinsi Hubei, sebagai daerah pertama ditemukan kasus tersebut.

Virus corona menyebar ke daerah lain, dan beberapa negara juga mendeteksi kasus tersebut sudah lintas teritorial. Negara-negara yang terdapat virus corona antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, Kanada, Taiwan, Australia, Prancis, Jepang, Vietnam, Korea Selatan, Nepal, dan Amerika Serikat.

Albert mengatakan pesawat yang langsung dari China tidak ada rute ke Bandara Pekanbaru. Namun, ada rute penerbangan internasional dari negeri jiran yang ada di Pekanbaru.

"Pekanbaru khususnya pesawat yang langsung dari China tak ada. Pesawat di sini dari Kuala Lumpur, Malaka, Subang, Malaysia, dan juga Singapura," papar Albert Jenson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
virus corona

Sumber : Antara

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top