Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelni Fokus Garap Logistik Luar Negeri, Ini Rute Pilihannya

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro menuturkan pihaknya masih mengkaji rute internasional mengingat perusahaan mulai fokus ke luar negeri pada tahun ini.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 23 Januari 2020  |  07:45 WIB
Kapal Umsini milik PT Pelni bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Kapal Umsini milik PT Pelni bersandar di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (7/11/2018). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Pelayaran Nasional Indonesia tengah mengkaji sejumlah rute internasional baru setelah berencana melayari rute Jakarta-Natuna-Brunei Darussalam.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Yahya Kuncoro menuturkan pihaknya masih mengkaji rute internasional lainnya mengingat perusahaan mulai mengembangkan rute ke luar negeri tersebut pada tahun ini.

"Untuk saat ini sedang dalam kajian terkait trayek yang lainnya, selain Tanjung Priok, Jakarta–Natuna-Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam," terangnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (22/1/2020).

Lebih lanjut, dia menegaskan pasar domestik masih mendominasi operasi pelayaran yang dilakukan oleh Pelni. Pembukaan trayek internasional ini karena memang ada perubahan dalam visi Pelni yang sebelumnya lingkup hanya pelayaran menjadi angkutan logistik.

Selain itu, visinya pun mengembangkan lingkup usaha yang tadinya hanya di Indonesia menjadi area regional Asia Tenggara. Dia menuturkan setelah melayani trayek Asia Tenggara, Pelni akan mulai merambah trayek negara-negara Asia.

Pelni pun tengah mengkaji sejumlah rute Asia Tenggara lainnya setelah Brunei Darussalam. Yahya pun mengungkapkan pihaknya tidak menutup kemungkinan membuka trayek Indonesia-Australia.

Menurutnya, yang membuat visi perusahaan berubah dengan menyasar pasar Asia Tenggara yakni karena potensi bisnis yang dianggap cukup besar, apalagi untuk aktivitas pengiriman logistik.

"Di kaji dulu ke Australia, perubahan visi ini kan diwujudkan dari potensi bisnisnya," imbuhnya.

Beberapa kapal Pelni pernah berlayar ke Hong Kong dan Jepang beberapa tahun silam. Rencananya, Kapal Motor (KM) Logistik Nusantara 4 milik Pelni akan berangkat pada Jumat (14/2/2020) dan mulai melayani pelayaran Jakarta-Natuna-Pelabuhan Muara, Brunai Darussalam.

Pelayaran ke Brunei dengan KM Logistik Nusantara 4 memiliki kapasitas 105 TEUs itu akan mengambil rute dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta singgah di Selat Lampa, Natuna dan melanjutkan pelayaran ke Pelabuhan Muara, Brunei Darussalam.

“Estimasi hari layar sekitar 9 hari. Bagi pelanggan yang akan mengangkut barang ke Brunei dapat menghubungi Contact Center PELNI 162 atau bagian pemasaran angkutan barang. Kami ada yang melayani khusus muatan ke Brunei,” tambahnya.

Pelni saat ini mengoperasikan 113 unit kapal terdiri atas 26 kapal penumpang tipe 3.000 dan 2.000 pax sebanyak 12 unit, tipe 1.000 pax  9 unit dan tipe 500 atau Roro 5 unit,  53 kapal perintis, 13 kapal barang tol laut, 3 kapal barang komersial, 1 kapal ternak dan  17 kapal rede.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

logistik pelni
Editor : Hendra Wibawa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top