Asita Sumbar : Terbang Awal ke Singapura Cukup Sekali Seminggu

Apa yang dilakukan oleh maskapai Air Asia saat membuka penerbangan Padang—Malaysia bisa menjadi contoh.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Januari 2020  |  12:57 WIB
Asita Sumbar : Terbang Awal ke Singapura Cukup Sekali Seminggu
Pengunjung berada kawasan Monumen Merpati Perdamaian, pantai Muaro Lasak, Padang, Sumatra Barat, Minggu (6/1/2019). - ANTARA/Iggoy el Fitra

Bisnis.com, PADANG — Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies Sumatra Barat menyarankan supaya maskapai yang akan membuka rute Padang—Singapura membatasi frekuensi penerbangan, cukup sekali seminggu pada tahap awal.

"Sebelumnya ada dua maskapai yang pernah membuka rute ini, tetapi gagal. Salah satu faktornya karena langsung buka penerbangan tiap hari, jadi okupansi rendah," kata Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sumbar Ian Hanafiah, Rabu (22/1/2020).

Menurutnya, apa yang dilakukan oleh maskapai Air Asia saat membuka penerbangan Padang—Malaysia bisa menjadi contoh agar rute yang baru dibuka ini bisa tetap bertahan dan tidak ditutup dalam waktu dekat.

Awalnya penerbangan itu hanya sekali seminggu. Dengan sosialisasi dan promosi yang baik, rute itu mendapat respons positif sehingga bisa ditambah menjadi dua penerbangan seminggu, kemudian setiap hari.

"Rute Padang—Singapura sebaiknya juga seperti itu. Mulai dengan sekali seminggu, dibantu sosialisasi dan promosi. Kalau makin banyak peminat baru ditambah," katanya.

Kunjungan wisatawan dari Negeri Singa itu, menurutnya, cukup potensial. Selama ini yang bisa ditarik ke Sumbar adalah wisatawan klasik atau etnis melayu.

Mereka rata-rata membeli paket wisata untuk Istana Pagaruyung dan Bukittinggi. Sebagian membeli paket yang berhubungan dengan sosial seperti ikut dalam prosesi ibadah kurban.

"Tidak adanya penerbangan langsung Padang—Singapura, selama ini menjadi salah satu kendala. Ke depan, tentu akan bisa lebih baik," katanya.

Selain wisatawan klasik, dengan adanya penerbangan langsung itu bisa membuka peluang bagi perusahaan perjalanan wisata untuk menjual paket bagi generasi muda di Singapura.

Paket petualangan (adventure) salah satunya wisata laut dan pulau bisa menjadi faktor penarik bagi wisatawan milenial tersebut.

Sebelumnya Executive General Manager Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Yos Sugiono menyebut kemungkinan pada Februari 2020, rute Padang—Singapura akan dibuka kembali.

Maskapai yang kemungkinan melayani rute itu adalah Scoot, maskapai berbiaya rendah dari Singapore Airlines Group.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumbar, asita

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top