Dilirik Pengusaha UEA, Aceh Akan Maksimalkan Sektor Properti

REI juga siap untuk mengawal dan mendampingi Pemerintah Provinsi Aceh untuk memuluskan masuknya investasi dari UEA.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 16 Januari 2020  |  16:55 WIB
Dilirik Pengusaha UEA, Aceh Akan Maksimalkan Sektor Properti
wasan Kilometer Nol Indonesia di Kota Sabang Provinsi Aceh. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Rencana pengusaha Uni Emirat Arab untuk berinvestasi pada sektor properti di Aceh disambut baik oleh asosiasi pengembang di daerah itu karena dinilai dapat berdampak positif terhadap sektor properti di sana.

Menurut Ketua DPD Persatuan Perusahaan Real EStat Indonesia (REI) Aceh Muhammad Noval, minat investor UEA untuk berinvestasi di Aceh menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki potensi yang sangat menarik. Masuknya investor asal UEA juga bakal membuat investor lain untuk masuk dan mengembangkan sektor properti di Aceh.

“Masuknya UEA otomatis akan membuat sektor properti di Aceh makin menarik dan bergairah karena dilirik para pemain properti internasional. REI juga siap untuk mengawal dan mendampingi Pemerintah Provinsi Aceh untuk memuluskan masuknya investasi dari UEA,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (16/1/2020).

Noval mengungkapkan bahwa masuknya investor asal UEA juga membuat harga properti di Aceh berpotensi mengalami kenaikan. Hal tersebut akan membuat para pengembang makin tertarik untuk meluncurkan proyek-proyek baru.

Selain menggairahkan sektor properti, dia menyatakan bahwa masuknya investor asal UEA bakal makin memajukan perekonomian Aceh.

Menurutnya, industri lainnya akan turut terdampak dengan adanya pembangunan proyek-proyek properti.

“Masuknya arus modal dari UEA di sektor properti ini akan berdampak positif kepada UKM [usaha, kecil, dan menengah] seperti toko bangunan, pabrik batu bata, dan usaha material. Sektor transportasi dan alat berat juga bakal turut merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, UEA telah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia, salah satunya investasi untuk pengembangan properti di Aceh.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa UEA meminta agar dapat berinvestasi di sebuah pulau dengan udara bersih dan pantai yang bagus.

Luhut mengungkapkan bahwa investasi di Aceh rencananya dilakukan oleh adik Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Mohamed bin Zayed yaitu Syeikh Hamid.

Menurutnya, UEA dan Pemerintah Provinsi Aceh rencananya segera mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas peluang investasi tersebut.

Sementara itu, Pemprov Aceh menargetkan dana investasi senilai US$3 miliar atau sekitar Rp42 triliun dari UEA.

Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan bahwa UEA rencananya masuk di sektor properti yang menunjang pariwisata seperti hotel atau resor yang berlokasi di Sabang dan Banda Aceh, kawasan industri di Ladong, Kabupaten Aceh Besar, dan Islamic Development Estate di Banda Aceh.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uea, aceh

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top