Terowongan Juga Terapkan SHMS

Penerapan structural health monitoring system rencananya juga dilakukan lintas bawah Yogyakarta International Airport dan Kentungan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 15 Januari 2020  |  18:11 WIB
Terowongan Juga Terapkan SHMS
Underpass Matraman di Jakarta Timur - beritajakarta.com

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan menerapkan structural health monitoring system pada infrastruktur terowongan, selain jembatan panjang dan khusus.

Direktur Jembatan Kementerian PUPR Iwan Zarkasi mengatakan bahwa penerapan structural health monitoring system (SHMS) rencananya juga dilakukan di terowongan, di antaranya lintas bawah Yogyakarta International Airport dan Kentungan.

"Untuk sementara ini kami kerjakan secara klaster yakni jembatan panjang. Untuk terowongan, kami usahakan di Yogyakarta [lintas bawah YIA dan Kentungan]. Di sana akan dipasang sensor-sensor, paling tidak berupa kamera CCTV dan pengeras suara," ujarnya, Rabu (15/1/2020).

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Provinsi Yogyakarta Mochammad Syidik Hidayat menyebutkan bahwa beberapa kondisi struktur harus terus terpantau di lintas bawah YIA.

"Pergerakan beton, kondisi air tanah karena [posisinya] di bawah, dan kondisi udara karena berada di daerah pantai jadi perlu memonitor kandungan garam supaya beton itu berfungsi baik," ujarnya.

Tidak jauh berbeda, kondisi-kondisi struktur tersebut juga perlu dipantau di lintas bawah Kentungan. Hanya saja, tingkat kelembapan menjadi tambahan kondisi yang harus dimonitor.

Pasalnya, jika kelembapan tinggi, hal itu berpotensi menimbulkan kabut yang akan mengganggu visibilitas pengendara.

Hingga saat ini, sambung Syidik, belum ada target kapan pemasangan sensor-sensor tersebut rampung dikerjakan. "Sekarang masih dalam proses perencanaan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
underpass, new yogyakarta international airport

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top