Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Biodiesel Dipacu, Aprobi Ragukan Kemampuan Distribusi

Ketua Harian Aprobi Paulus Tajkrawan mengatakan total kapasitas terpasang pabrikan di dalam negeri mencapai 12 juta kiloliter.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  10:07 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah menargetkan pabrikan biodiesel nasional untuk dapat memproduksi fatty acid methyl esters (FAME) sebanyak 10 juta kiloliter pada tahun ini. Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) menyatakan pabrikan di dalam negeri secara teori mampu memenuhi target tersebut.

Ketua Harian Aprobi Paulus Tajkrawan mengatakan total kapasitas terpasang pabrikan di dalam negeri mencapai 12 juta kiloliter. Adapun, utilitas pabrikan saat ini setidaknya di level 83% atau memproduksi sekitar 10 juta kiloliter per tahun. Namun, Paulus meragukan kegiatan distribusi pada penjual eceran maupun pihak pengguna.

“Tadinya [yang dikirimkan] 6 juta kiloliter, sekarang 9 juta kiloliter. Kapal, truk, dan pemakaian pelabuhan bertambah. Persoalannya bertambah. Sekarang untuk mencari angkutan menopang [tambahan FAME] 50% gampang atau tidak?” katanya kepada Bisnis, Kamis (8/1/2020).

Menurutnya, minimnya persiapan sektor distribusi dalam mengantarkan FAME tersebut dapat menjadi disrupsi bagi struktur industri biodiesel nasional. Paulus mengusulkan agar pihak transportasi menyesuaikan semua peralatannya.

Paulus mengatakan produksi pabrikan pada tahun ini setidaknya akan meningkat 50% menjadi sekitar 9,6 juta kiloliter dari realisasi tahun lalu yakni 6,6 juta kiloliter.

Adapun, FAME yang nantinya dicampur dengan solar tersebut akan dialokasikan sekitar 46%—50% ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) maupun pengecer, sedangkan selebihnya akan digunakan oleh pembangkit tenaga listrik, transportasi masal, sektor pertambangan, dan sektor manufaktur.

Salah satu peningkatan kandungan minyak alam dalam bahan bakar tersebut adalah peningkatan harga sawit. Paulus menyatakan kenaikan harga CPO sudah terjadi pada akhir tahun lalu yakni menjadi sekitar US$800 per tahun dari US$500 per tahun.

Paulus menilai spesifikasi FAME pada campuran solar tahap selanjutnya akan berbeda. Paulus menyatakan beberapa pihak sedang mengadakan penelitian mengenai FAME dengan spesifikasi yang diminta.

“Nanti dilihat apakah biodiesel yang spesifikasi tahun ini bisa dipakai di B40 atau B50. Makanya itu harus menaikkan mungkin akan ada jenis yang beda dan spesifikasinya akan sangat berubah.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Biodiesel
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top