Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bencana Banjir Berpotensi Pengaruhi Tingkat Inflasi Januari 2020

Bencana banjir yang tengah melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya berpotensi mempengaruhi tingkat Inflasi Indonesia pada Januari 2020.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 02 Januari 2020  |  14:24 WIB
Foto aerial banjir di Jalan S. Parman, Jakarta, Rabu (1/1). Akibat banjir tersebut, ruas tol Grogol-Slipi tidak dapat dilewati kendaraan. - Bisnis/Himawan L Nugraha
Foto aerial banjir di Jalan S. Parman, Jakarta, Rabu (1/1). Akibat banjir tersebut, ruas tol Grogol-Slipi tidak dapat dilewati kendaraan. - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Bencana banjir yang tengah melanda kawasan Jakarta dan sekitarnya berpotensi mempengaruhi tingkat Inflasi Indonesia pada Januari 2020.

Hal ini dungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto saat ditemui di Kantor BPS, Jakarta pads Kamis (2/1/2020).

Menurutnya, bila peristiwa tersebut dapat diatasi dengan cepat oleh pihak-pihak terkait, hal ini tidak akan terlalu berdampak signifikan pada level inflasi. Pasalnya, pasokan barang dari satu tempat ke daerah lain hingga kini masih dapat berjalan cukup lancar.

Sebaliknya, apabila banjir ini berlangsung secara terus menerus dalam beberapa hari, hal ini akan berimbas pada pasokan dan distribusi barang-barang, termasuk bahan makanan. Hal tersebut, lanjutnya, akan berpengaruh negatif pada tingkat inflasi pada Januari 2020.

“Kami berharap instansi terkait dapat mengatasi masalah ini [banjir] sesegera mungkin agar kegiatan ekonomi dapat kembali berjalan normal,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, BPS mencatat angka inflasi tahun kalender 2019 (ytd) serta inflasi tahunan (yoy) sebesar 2,72%. Secara tahunan, inflasi 2019 tercatat lebih rendah dibandingkan dengan 2017 dan 2018 yang masing-masing 3,16% dan 3,13%. Sementara itu angka inflasi Desember 2019 berada di tingkat 0,34% (mtm).

Secara terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pihaknya akan terus memberikan dukungan kepada kementerian dan lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (pemda) untuk memaksimalkan penanggulangan banjir.

Ia mengatakan, selaku bendahara negara, pihaknya akan memonitor kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan akan memastikan kebutuhan logistik instansi itu terpenuhi dengan cepat. Hal serupa juga berlaku kepada pemda di mana pemerintah berupaya untuk memberikan dukungan dana untuk menanggulangi dampak bencana.

Sebelumnya, hujan lebat mengguyur wilayah Jabodetabek terhitung sejak 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. BMKG mencatat curah hujan yang terjadi di-Jabodetabek tergolong sangat tinggi yakni di atas 100 mm/hari sehingga banjir pun tidak terhindarkan.

Selain akibat tingginya curah hujan, proses normalisasi Sungai Ciliwung yang tak kunjung selesai akibat adanya kendala pembebasan lahan turut menyebabkan program pengendalian banjir menjadi tidak optimal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top