Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenperin Berharap Investasi Baru ke Industri Semen Disetop Sementara

Kemenperin mengaku tidak bisa menolak investasi baru ke industri semen, meskipun juga tidak menyarankan agar investor baru masuk ke sektor ini.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Desember 2019  |  19:11 WIB
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/11). - JIBI/Paulus Tandi Bone
Pekerja memindahkan semen ke atas kapal di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (29/11). - JIBI/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan neraca produksi dan konsumsi industri semen nasional baru akan seimbang sekitar 5—10 tahun ke depan.

Kendati demikian, Kemenperin mengaku tidak bisa menolak investasi baru ke industri semen, meskipun juga tidak menyarankan agar investor baru masuk ke sektor ini.

Direktur Jendeal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kemenperin Muhammad Khayam mengatakan pihaknya sebelumnya telah menyarankan agar industri semen sementara waktu dimasukkan ke dalam daftar negatif investasi (DNI). Namun, hal tersebut ditolak lantaran sektor yang masuk DNI akan memiliki reputasi buruk sektor perbankan.

“Karena ini dianggap bahwa ini nanti bisa jadi sunset industry. Kalau sama perbankan, bunga banknya jadi making tinggi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (19/12/2019).

Khayam mengatakan pihaknya hanya menyarankan untuk tidak berinvestasi pada industri semen hingga 2024—2025. Pasalnya, hal tersebut sejalan dengan proyeksi setaranya neraca produksi dan konsumsi semen nasional. “Jadi, tugas kmai hanya me-maintain, tidak kami sarangkan untuk tambah kapasitas yang baru.”

Khayam berharap agar Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan dapat mengawasi penggunaan semen dalam pembangunan infrastruktur. Menurutnya, penyelarasan data produksi oleh pabrikan dan konsumsi oleh pengembang merupakan kunci peningkatan tingkat utilitas pabrikan. Dengan demikian, pabrikan tidak akan memproduksi tanpa ada arahan yang jelas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri semen
Editor : Galih Kurniawan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top