Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penjualan Rumah Jabodebek-Banten Tumbuh Pesat Kuartal III/2019

Ali menambahkan, dari segi kondisi pasar, meskipun terjadi peningkatan penjualan pada kuartal III/2019, khususnya untuk segmen harga Rp300 juta – Rp500 juta, namun beberapa wilayah di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, penjualan rumah di segmen lebih dari Rp1 miliar mulai bergerak meskipun belum signifikan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 14 Desember 2019  |  20:49 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar properti sepanjang 2019 disebut terus lesu, terutama pasa dua kuartal pertama lantaran ada periode pemilihan umum, lebaran, dan libur sekolah. Namun, kondisi tersebut nyatanya berbeda pada kondisi kuartal III/2019.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menyebutkan, setelah mengalami penurunan 14,2% per kuartal pada kuartal II/2019 sebagai dampak siklus musiman tahun ajaran baru dibarengi dengan perayaan Idul Fitri, pada kuartal III/2019 pasar kembali mengalami kenaikan 32,0% berdasarkan nilai penjualan.

"Sejalan dengan kenaikan nilai penjualan, jumlah unit terjual juga mengalami kenaikan bahkan lebih tinggi sebesar 34,8%.Tangerang dan sekitarnya masihmembukukan penjualan terbesar, sampai 1%," ungkapnya dalam laporan tertulis, dikutip Bisnis, Sabtu (14/12).

Adapun, menurut laporan tersebut, pergerakan di Bekasi dan Bogor relatif tidak bergerak signifikan. Sementara itu kenaikan penjualan juga terjadi di Serang-Cilegon.

"Penjualan masih didominasi oleh rumah dengan harga jual Rp300 juta – Rp500 jutaan. Ini karena pengembang relatif masih berhati-hati untuk menaikkan harga jual," tambah Ali.

Ali menambahkan, dari segi kondisi pasar, meskipun terjadi peningkatan penjualan pada kuartal III/2019, khususnya untuk segmen harga Rp300 juta – Rp500 juta, namun beberapa wilayah di Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang, penjualan rumah di segmen lebih dari Rp1 miliar mulai bergerak meskipun belum signifikan.

"Pengembang relatif masih menahan harga jual sambil melihat dinamika pasar ke depan. Faktor strategis yang akan menjadi pemicu kenaikan penjualan perumahan diperkirakan berasal dari tren suku bunga yang menurun," jelas Ali.

Kemudian, pasar konsumen end-user dengan rentang harga Rp300 juta – 500 jutaan akan tetap menjadi primadona. Sedangkan pasar investor relatif belum akan masuk sampai satu semester ke depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perumahan
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top