Anak Usaha Bakal Akuisisi Blok Migas, PGN Siapkan US$100 Juta

PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) menyiapkan investasi senilai US$70 juta—US$100 juta untuk memuluskan langkah anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia, mengakuisisi blok minyak dan gas bumi di dalam negeri.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 10 Desember 2019  |  17:38 WIB
Anak Usaha Bakal Akuisisi Blok Migas, PGN Siapkan US$100 Juta
Ilustrasi kilang lepas pantai. - Bloomberg/Tim Rue

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) menyiapkan investasi senilai US$70 juta—US$100 juta untuk memuluskan langkah anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia, mengakuisisi blok minyak dan gas bumi di dalam negeri.

Direktur Keuangan PGN Arie Nobelta Kaban mengatakan dari anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan senilai US$700 juta pada tahun depan, US$280 juta disiapkan untuk Saka Energi.

"Untuk akuisisi sekitar US$70 juta—US$100 juta, sisanya untuk pengembangan Blok Pangkah," katanya, Senin (10/12/2019).

Menurutnya, akuisisi blok migas diarahkan yang ada di wilayah Indonesia. Untuk spesifikasinya, Arie mengatakan wilayah kerja yang diincar adalah blok produksi.

Sayangnya, Arie tidak menjelaskan lebih dalam mengenai kandidat blok migas yang akan diakuisisi. "Akuisisi di Indonesia saja, tapi masih kami evaluasi," tambahnya.

Terpisah, Direktur Utama Saka Energi Nofriadi mengamini pihaknya tidak mencari blok eksplorasi. Menurutnya, akuisisi dilakukan untuk memperkuat kinerja hulu Saka Energi.

"Blok yang mengarah ke produksi, bukan yang eksplorasi. Belum bisa disampaikan dulu [kandidat]," katanya.

Akuisisi blok migas menjadi penting, untuk mendongkrak produksi migas perusahaannya hingga menjadi 50.000 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd) pada 2024.

Terkait Blok Pangkah, Saka Energi belum lama ini telah meneken kontrak kerja sama bagi hasil (production sharing contract/PSC) untuk 20 tahun mulai 8 Mei 2026.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
migas, PGN

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top