Anies Senang Kerja Sama PT KAI dengan MRT Jakarta

Perjanjian awal untuk pembentukan perusahaan patungan bidang perkeretaapian itu diharapkan mempermudah dan meningkatkan layanan transportasi antar moda yang terintegrasi di Jabodetabek.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  19:35 WIB
Anies Senang Kerja Sama PT KAI dengan MRT Jakarta
Gubernur DKI Jakarta memberikan keterangan terkait dengan rencana pengembangan Ibu Kota Jakarta di Kantor Wakil Presiden, Jakarta. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menilai perjanjian awal antara PT MRT Jakarta dan PT Kereta Api Indonesia untuk membentuk perusahaan patungan kereta api sebagai impian yang jadi kenyataan.

Perjanjian awal (HoA) untuk pembentukan perusahaan patungan bidang perkeretaapian itu diharapkan mempermudah dan meningkatkan layanan transportasi antar moda yang terintegrasi di Jabodetabek.

"Alhamdulillah, hari yang bersejarah bagi Jakarta. Ini impian untuk memiliki transportasi umum terintegrasi yang selama ini ada di dalam cita-cita. Transportasi publik yang efisien, yang kata kuncinya selalu kami dorong adalah terintegrasi. Artinya, terintegrasi secara rute, pengelolaan, dan ticketing," katanya di Balai Kota Jakarta seperti dikutip Antara, Senin (9/12/2019).

Dalam perjanjian yang dilaksanakan di Gedung Balai Kota Jakartaitu dihadiri juga Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Dirut KAI Edi Sukmoro dan Dirut MRT William Sabandar.

Dengan terintegrasinya transportasi Jabodetabek ini, kata Anies, masyarakat umum yang saat ini menggunakan kendaraan umum nantinya akan bisa menikmati pengintegrasian transportasi sebagai satu kesatuan.

Saat ini, kereta rel listrik (KRL) ditargetkan mengangkut 1,2 juta orang, dan kendaraan angkutan darat sekitar 980.000 orang. "Kita menyampaikan apresiasi rencana integrasi antar moda transportasi di Jakarta memasuki babak baru. Kini awal di mana angkutan kereta api dengan angkutan darat yang ada di Jakarta akan terintegrasikan. Artinya, jutaan penduduk Jakarta akan bisa berpindah dari satu moda ke moda yang lain secara leluasa (dan) mudah," ujar Anies.

Penandatanganan Perjanjian ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam Rapat Terbatas 8 Januari 2019, yang pada pokoknya memberikan arahan agar pengelolaan moda transportasi di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dapat dilakukan oleh satu otoritas, dalam hal ini Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta akan memiliki kontrol pada struktur kepemilikan perusahaan yang akan mengelola moda transportasi tersebut.

Menurutnya, Pemprov DKI merasa terhormat atas kepercayaan itu diberikan untuk mengelola transportasi Jabodetabek secara bersama-sama. "Jadi kita berharap nanti studi komprehensif bisa dituntaskan segera. Kemudian kita pastikan konsepnya World Class, bukan hanya hari ini, tapi berkelas di dekade ke depan."

Menurutnya, perusahaan patungan itu bukan sekedar soal membangun perumahan sekitar arena stasiun, tapi ingin mengubah seluruh mindset dalam menata kota. "Dan ukuran keberhasilan hari ini, bukan pada kesepakatan nanti yang dibuat, tetapi ketika warga memilih meninggalkan kendaraan pribadi," kata Anies.

Sejalan dengan arahan Presiden tersebut, Pemprov DKI Jakarta, melalui Peraturan Gubernur tentang penugasan PT MRT Jakarta, untuk pembentukan badan usaha patungan bidang perkeretaapian perkotaan DKI Jakarta. PT MRT Jakarta sebagai pihak dalam pelaksanaan pengelolaan moda trasportasi perkeretaapian Jabodetabek melalui perjanjian ini yang bersama-sama dengan PT Kereta Api Indonesia membentuk perusahaan baru sebagai joint venture vehicle integrasi transportasi Jadebotabek.

Dalam Head of Agreement antara PT MRT dan PT KAI, disebutkan keduanya akan membentuk sebuah perusahan Joint Venture yang ownership-nya 51 persen di MRT dan 49 persen di KAI.

"Nantinya akan mengatur, mengenai stasiun-stasiun di kawasan Jakarta, penngelolaan kereta api commuter, dan pengelolaan kereta api bandara. Karena itu, bisa dibayangkan bila pengguna kereta api dan angkutan darat dikombinasikan, keduanya sudah lebih dari dua juta orang di Jakarta yang menggunakan kendaraan umum bila itu nanti terintegrasi 100 persen," ucap Anies.

Untuk diketahui, PT KAI (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) bermaksud bekerja sama membentuk perusahaan patungan atau joint venture vehicle integrasi transportasi Jadebotabek, yang sebagai tahap awal akan dilakukan kajian dan pelaksanaan integrasi transportasi, dan kajian dan pelaksanaan pengembangan TOD di Jabodetabek dengan tata cara yang diatur dalam Perjanjian ini (Rencana Transaksi).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mrt, pt kai, anies baswedan

Sumber : Antara

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top