Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Domestik Topang Pertumbuhan Ekonomi 2020

Leo Putra Rinaldy, Chief Economist Mandiri Sekuritas, mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2020 akan stabil pada kisaran 5,14%. Permintaan domestik, terutama investasi, akan menjadi pendorong utama.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 09 Desember 2019  |  11:19 WIB
Pemandangan deretan gedung bertingkat di ibu kota terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan, capaian tersebut lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pemandangan deretan gedung bertingkat di ibu kota terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan, capaian tersebut lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. - ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan didorong oleh tingginya permintaan domestik.

Leo Putra Rinaldy, Chief Economist Mandiri Sekuritas, mengatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2020 akan stabil pada kisaran 5,14%. Permintaan domestik, terutama investasi, akan menjadi pendorong utama.

Menurutnya, dampak kebijakan penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) pada semester II/2019 serta regulasi fiskal yang berorientasi pada kemudahan investasi akan menjadi dua faktor pendukung yang mendorong pertumbuhan investasi Indonesia pada 2020.

"Kondisi makro yang cenderung membaik mampu mendorong masuknya investasi, termasuk investasi asing ke Indonesia kedepannya," katanya dikutip dari keterangan pers yang didapat pada Senin (9/12/2019).

Meskipun terdapat potensi dampak dari sejumlah penyesuaian harga barang atau jasa yang diatur pemerintah (administered price), Leo mengatakan tingkat inflasi diperkirakan tetap stabil di bawah 4% pada 2020.

Sementara itu, performa rupiah hingga November 2019 relatif stabil bahkan sempat menguat hampir 3%, menjadikan rupiah sebagai mata uang yang kinerjanya lebih baik dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Performa rupiah pada 2020 juga diproyeksikan tetap stabil seperti tahun ini. Hal ini, lanjut Leo, merupakan refleksi dari kondisi ekonomi yang solid dan terbilang lebih baik dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Salah satu tantangan terbesar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa depan adalah jebakan pendapatan menengah atau middle income trap. Isu ini juga dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo dalam pidato pelantikan Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2019.

Menurut Leo, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan adalah kunci untuk menghindari middle income trap di Indonesia. Untuk mencapai kondisi tersebut dapat dilakukan dengan memberdayakan prioritas investasi domestik dan asing pada sejumlah sektor strategis, seperti pengembangan sumber daya manusia, pengembangan sektor hilir yang berbasis komoditas.

"Revitalisasi sektor manufaktur terutama yang berbasis ekspor juga perlu dilakukan agar middle income trap dapat dihindari pada 2045," pungkasnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top