Dua Konsorsium Berebut Kontrak Pengembangan Kilang Balongan

PT Pertamina (Persero) melaksanakan penandatanganan kontrak pengadaan Dual FEED Competition (DFC) RDMP RU VI Balongan Phase I, Rabu (3/12/2019). 
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  10:27 WIB
Dua Konsorsium Berebut Kontrak Pengembangan Kilang Balongan
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melaksanakan penandatanganan kontrak pengadaan Dual FEED Competition (DFC) RDMP RU VI Balongan Phase I, Rabu (3/12/2019). 

Penandatangan dilakukan oleh Ignatius Tallulembang, Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Pertamina, bersama Direktur dari Konsorsium RRE dan Konsorsium JSW disaksikan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama.

Adapun Konsorsium REE, yaitu PT Rekayasa Industri, PT Rekayasa Engineering, dan PT Enviromate Technology International. Untuk konsorsium JSW terdiri dari JGC Indonesia, PT Synergy Engineering, dan PT Wijaya Karya. 

Nantinya kedua konsorsium ini berkompetisi untuk membuat front end engineering design (FEED) terbaik yang akan diimplementasikan pada proyek RDMP RU VI Balongan Phase 1.

Dual FEED Competition merupakan strategi kontrak yang menandingkan dua atau lebih praktik FEED untuk menentukan pemenang kontrak  nantinya kontrak engineering procurement, and construction (EPC).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan penandatanganan kontrak ini menjadi sejarah bagi Pertamina dan Indonesia. Menurutnya, baru kali ini pembangunan kilang memakai skema DFC. 

"Dengan skema ini, RDMP RU VI Balongan Phase 1 bisa selesai lebih cepat, yaitu menjadi 2,5 tahun. Kami yakin bisa memberikan performance yang baik. Prosesnya ini cukup challenging dan ketat. Kami mulai dari Balongan dan akan diterapkan di kilang selanjutnya," katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/12/2019).

Kilang lain yang dimaksud Nicke adalah Kilang Balikpapan, Plaju, Dumai, dan Cilacap. 

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang mengatakan capaian ini menjadi milestone besar dalam implementasi DFC pada proyek RDMP RU VI Balongan Phase 1 yang dimenangkan oleh dua konsorsium

Tallulembang menjelaskan implementasi DFC adalah salah satu upaya akselerasi pelaksanaan penugasan proyek pengembangan kilang Pertamina. 

"Untuk memastikan DFC ini merupakan best practice yang telah banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan ternama, telah dilakukan roadshow ke beberapa reputable EPC Company di Eropa dan Amerika oleh BOD dan BOC pada bulan Juni 2019 yang ditindaklanjuti dengan penyusunan sistem tata kerja di internal Pertamina terkait DFC," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertamina, kilang minyak

Editor : Lucky Leonard
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top