BP3IP Dinilai Sukses Hubungkan Dunia Pendidikan dan Industri Pelayaran

Kepala BPSDM Perhubungan Umiyatun H. Triastuti menilai BP3IP telah menunjukan langkah nyata terhadap arahan Presiden dalam reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  08:03 WIB
BP3IP Dinilai Sukses Hubungkan Dunia Pendidikan dan Industri Pelayaran
Pelaut Indonesia - Ilustrasi/velasco indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Balai Besar Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) meluncurkan Seafarer Career Center untuk menghubungkan antara lulusan pelaut dengan perusahaan pelayaran.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Perhubungan Umiyatun H. Triastuti menilai BP3IP telah menunjukan langkah nyata terhadap arahan Presiden dalam reformasi sistem pendidikan dan pelatihan vokasi. Diharapkan semua pihak yang terkait dapat mengoptimalkan sistem Web BP3IP Seafarer Career Center.

"Melalui sinergi tersebut mampu mewujudkan konsep link and match antara dunia pendidikan dan dunia industri. BP3IP ini dapat ikut berperan dalam mempersiapkan SDM yang unggul," katanya, Senin (2/12/2019).

Dia menjelaskan BP3IP Seafarer Career Center memiliki tiga fungsi. Pertama, meningkatkan kualitas lulusan dengan umpan balik dari perusahaan pelayaran.

Kedua, menjadi penghubung antara para pelaut dan perusahaan pelayaran. Ketiga, mampu menangani kebutuhan pelaut dan perusahaan pelayaran.

Dia menambahkan dalam Peraturan Pemerintah No. 51/2012 tentang Sumber Daya Manusia di Bidang Transportasi memberikan amanah kepada para penyelenggara diklat untuk dapat mempersiapkan SDM Transportasi. Penyiapan SDM ini akan optimal jika dilakukan dengan sinergi antara pemerintah dan swasta.

Menurutnya, dalam melakukan pelatihan maupun pendidikan harus melakukan kolaborasi antara industri sebagai pengguna dan regulator selaku penegak aturan. Di sisi lain, kurikulum juga harus senada dengan kebutuhan perkembangan industri.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan SDM Pelaut Indonesian National Shipowners Association (INSA) Lisda Y. Satria mengatakan perkembangan armada dan perusahaan pelayaran nasional membuat kebutuhan akan pelaut semakin tinggi.

Jumlah armada kapal nasional melonjak signifikan dari 6.041 unit pada 2005 menjadi 25.559 pada 2018 sejak dimulainya asas cabotage. Adapun, pada tahun yang sama jumlah perusahaan pelayaran nasional mencapai 4.053 entitas.

"Seafarer Career Center ini mampu memberikan informasi kru secara rapi, sehingga kami bisa memilah mana yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya kebutuhan yang berbasis sertifikasi atau bersifat soft skill," kata Lisda.

Dalam kesempatan yang sama, Chairman Consortium of Indonesian Manning Agencies (CIMA) Gatot C. Sudewo menilai Seafarer Career Center merupakan terobosan yang luar biasa dalam industri kelautan.

"Saya ingin mempunyai database pelaut yang valid. Data yang ada selama ini masih memuat data pelaut yang sudah tidak aktif maupun telah meninggal," ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub

Editor : Hendra Wibawa
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top