Nilai Tukar Petani November 2019 Naik 0,05%

Badan Pusat Statistik menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) November 2019 naik sebesar 0,05% (mtm).
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  21:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA –  Badan Pusat Statistik menyatakan Nilai Tukar Petani (NTP) November 2019 naik sebesar 0,05% (mtm).

Kepala Badan Pusat Statistik Kecuk Suhariyanto menyatakan beberapa aspek yang mengalami kenaikan ada 3 subsektor NTP. Pertama, NTP untuk Tanaman Pangan naik sebesar 0,21%, NTP Hortikultura sebesar 0,13%, dan NTP Tanaman Perkebunan Rakyat naik 0,04%.

Sementara itu NTP yang mengalami penurunan misalnya; NTP Peternakan sebesar -0,19%, NTP Perikanan turun sebesar -0,28%.

Secara lebih rinci NTP Perikanan untuk nelayan juga turun -0,53%, sementara NTP Perikanan untuk pembudidaya ikan juga turun -0,09%.

Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) November 2019 juga tercatat naik 0,12% (mtm).

Beberapa kenaikan berasal dari NTUP tanaman pangan sebesar 0,29%, disusul NTUP hortikultura sebesar 0,19%. Selain itu NTUP yang juga naik adalah subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,11%.

NTUP peternakan tercatat turun -0,14%, dan juga NTUP perikanan turun -0,12%. Penyumbang penurunan NTUP perikanan dari nelayan sebesar -0,41%, sementara NTUP untuk pembudidaya perikanan masih tumbuh sebesar 0,11%.

Sementara perkembangan harga beras di penggilingan pada November 2019, juga mengalami kenaikan. Pasalnya, harga beras medium di penggilingan tercatat sebesar Rp9.522 per kilogram atau naik 0,93% (mtm), dibandingkan Oktober 2019.

Sementara gabah petani pada November naik 1,71% (mtm), beras grosir naik hanya 0,10% (mtm), dan harga beras eceran naik sebesar 0,12% (mtm).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nilai tukar petani, ntp

Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top