Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Didesak Revisi Penetapan Harga Beras Medium dan Premium

Regulasi harga eceran tertinggi (HET) beras dinilai perlu direvisi terkait zonasi dan penepatan harga beras medium dan premium yang selisih harganya dinilai kurang tepat.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 29 November 2019  |  16:48 WIB
Aktivitas pedagang beras lokal di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kamis (20/9/2018). - Bisnis/Arief Rahman
Aktivitas pedagang beras lokal di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin, Kamis (20/9/2018). - Bisnis/Arief Rahman

Bisnis.com, JAKARTA - Regulasi harga eceran tertinggi (HET) beras dinilai perlu direvisi terkait zonasi dan penepatan harga beras medium dan premium yang selisih harganya dinilai kurang tepat.

Ketua Perhimpunan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) yang juga mantan Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya Dwi Antono menilai HET beras yang diatur berdasarkan Permendag No. 57/2017 tentang Penerapan HET Beras perlu dievaluasi kembali.

Selain zonasi atau pembagian wilayah, menurutnya selisih harga antara beras medium dan premium juga perlu dievaluasi.

“Antara premium dan medium itu saja tidak pas bedanya, kalau memang [beras] premium dihargai sekian ya selisihnya juga harus dilihat dengan [beras] medium itu berapa. Jadi, kalau itu dihitung benar-benar sepenuhnya berdasarkan proses perberasan dari awal bagaimana ya akan berbeda, perlu dikaji lagi intinya,” katanya Jumat 929/11/2019).

HET beras diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 57/2017 tentang Penerapan HET Beras yang menggantikan Permendag No. 27/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

Melalui beleid tersebut Kementerian Perdagangan membagi HET berdasarkan tujuh wilayah atau zonasi yang terdiri dari; Jawa, Lampung, dan Sumatra Selatan; Sumatra kecuali Lampung dan Sumsel; Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB); Nusa Tenggara Timur (NTT); Sulawesi; Kalimantan; serta Maluku dan Papua.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top