Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berantas Mafia Migas, Jokowi Pastikan Gigit Para Pengganggu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan tekad untuk memberantas "mafia" minyak dan gas guna mengurangi impor BBM untuk memperkuat perekonomian Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 November 2019  |  08:40 WIB
Presiden Joko Widodo bertemu dan berdiskusi dengan para peneliti dan ilmuwan asal Indonesia yang berada di Korea Selatan, dalam pertemuan di Busan. - Instagram @jokowi
Presiden Joko Widodo bertemu dan berdiskusi dengan para peneliti dan ilmuwan asal Indonesia yang berada di Korea Selatan, dalam pertemuan di Busan. - Instagram @jokowi

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan tekad untuk memberantas "mafia" minyak dan gas guna mengurangi impor BBM untuk memperkuat perekonomian Indonesia.

"Ada yang tidak mau diganggu impornya, baik minyak maupun LPG. Ini yang mau saya ganggu," kata Presiden dalam sambutannya saat acara Pertemuan Tahunan Bank Indonesia Tahun 2019 di Hotel Rafless, Jakarta pada Kamis (28/11/2019).

Menurut Jokowi pemerintah ingin mencari energi baru dan terbarukan, salah satunya mengolah batu bara menjadi "synthetic gas" yang akan diproses menjadi "dimethyl ether" sebagai pengganti LPG.

Dia menjelaskan penyebab pengembangan energi baru itu tidak kunjung dilakukan sejak lama, karena ada pihak yang menguasai impor minyak dan gas.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menjelaskan penggunaan produk turunan minyak sawit sebagai biofuel juga terus dikembangkan.

"Kalau ini dikerjakan, B20 berjalan dan sudah berjalan. Sebentar lagi Januari B30, masuk lagi B50 bisa berjalan, artinya impor minyak kita turun secara drastis, sehingga urusan neraca perdagangan dan transaksi berjalan kita menjadi lebih baik," ujar Jokowi.

Pemerintah, tambah Presiden, mengetahui pihak yang "mendukung" impor migas yang menyebabkan defisit neraca perdagangan.

"Seperti yang sudah saya sampaikan, kalau ada yang mau ganggu, pasti akan saya gigit orang itu. Nggak akan selesai kalau masalah ini tidak kita selesaikan," demikian Jokowi terkait rencana pengembangan bio fuel untuk mengurangi impor bahan bakar minyak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi migas BBM

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top