Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Undang Investasi, BKPM Berkampanye di Berbagai Forum Internasional

Terakhir, BKPM bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mempromosikan Indonesia melalui memanfaatkan forum Bloomberg New Economy Forum (NEF) 2019.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 November 2019  |  11:06 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Guna mendorong masuknya investasi ke Indonesia serta menggenjot pertumbuhan ekonomi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus meningkatkan promosi di negara lain melalui forum-forum internasional.

Terakhir, BKPM bersama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing mempromosikan Indonesia melalui memanfaatkan forum Bloomberg New Economy Forum (NEF) 2019.

Forum tersebut diadakan di Beijing Yanqi Lake International Convention & Exhibiton Center (ICE), Beijing, China dan dihadiri oleh lebih dari 500 pemimpin pemerintah, politik, dan bisnis terkemuka. Pemerintah Indonesia diundang untuk mengisi salah satu breakout session dalam rangkaian kegiatan Bloomberg NEF 2019 dengan tema Building Asia: Spotlight on Indonesia and its next generation industries and talents.

Melalui keterangan pers yang didapat pada Senin (25/11/2019), Duta Besar RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, memaparkan sejumlah arah kebijakan investasi di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada periode kedua. Hal tersebut khususnya soal pelimpahan wewenang kepada BKPM terkait proses dan penerbitan izin Kementerian/Lembaga serta penentuan kelayakan investor yang mendapatkan Tax Holiday dan Tax Allowance.

"Ini diharapkan memberikan kepastian yang lebih besar kepada para investor sehingga realisasi investasi dapat berjalan dengan cepat ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Jasa dan Kawasan BKPM Nurul Ichwan menjelaskan, pengembangan dan perbaikan kebijakan yang kini digalakkan oleh pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia melalui peningkatan peringkat Indonesia dalam Ease of Doing Business (EODB) dan realisasi investasi, baik yang baru akan masuk maupun yang masih dalam proses realisasi.

Ia mengatakan, pemerintah mengharapkan investasi berkualitas dan dapat mengembangkan pola kemitraan dengan UMKM lokal. Untuk itu, Indonesia fokus mengawal dan mempercepat realisasi investasi besar serta membentuk Satgas untuk memfasilitasi investor yang terkendala.

Selain itu, Anggota Komite Investasi Bidang Komunikasi dan Informasi BKPM Rizal Calvary Marimbo juga memaparkan sektor prioritas dan peluang investasi yang dapat ditawarkan kepada investor. Sektor tersebut adalah kendaraan listrik/Electric Vehicle (EV), saat sebuah perusahaan asal Jepang berencana membuka pabrik kendaraan listrik/hybrid. Selain itu, sektor ekonomi digital serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi agenda utama pemerintah.

Djauhari juga menjelaskan, sektor EV saat ini tengah diminati sejumlah investor China, salah satunya berasal dari Nanning. Saat ini, mereka tengah melakukan penjajakan dengan sejumlah perusahaan baterai EV.

“Adanya rencana investor China dan Jepang untuk membuka industri EV/hybrid tentunya akan menarik investasi lebih banyak lagi di industri baterai, mengingat sumber daya nikel sebagai bahan utama baterai sangat melimpah di Indonesia”, tambah Nurul.

Ferry Unardi, founder Traveloka, sebagai salah satu peserta sesi menyampaikan perkembangan ekonomi digital di Indonesia sangat signifikan. Menurutnya, masih banyak sektor potensial yang dapat digarap oleh investor, tidak hanya online travel dan e-commerce atau ride hailing seperti Gojek, tetapi juga edukasi dan kesehatan.

“Sektor potensial dan model bisnis dalam ekonomi digital perlu didasarkan pada tren konsumen di Indonesia, khususnya yang dapat mengintegrasikan seluruh pelayanan untuk memenuhi kebutuhan konsumen saat ini dan di masa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ferry juga mengatakan, saat ini pemerintah telah memberikan perhatian yang lebih terhadap pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Hal tersebut, dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia yang siap dengan era ekonomi baru melalui pendidikan vokasi dan pusat riset.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top