Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Targetkan Perbaikan ICOR Jadi 5,7

Angka ICOR yang dipatok pada Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan dokumen yang diterbitkan sebelumnya yakni Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 25 November 2019  |  15:33 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) dan Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) dan Kartika Wirjoatmodjo (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (30/10/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (tengah), Menteri BUMN Erick Thohir (kedua kiri) dan Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin (kedua kanan) dan Kartika Wirjoatmodjo (kanan) sebelum memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (30/10/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meningkatkan target perbaikan incremental capital output ratio (ICOR) menjadi pada angka 5,7.

Hal ini tertuang dalam Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang diterbitkan oleh Kementerian PPN/Bappenas.

Angka ICOR yang dipatok pada Rancangan Awal RPJMN 2020-2024 tersebut lebih rendah dibandingkan dengan dokumen yang diterbitkan sebelumnya yakni Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024.

Dalam Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024, ICOR pada 2024 ditargetkan pada angka 6,0. Perlu dicatat, bahwa semakin rendah ICOR maka semakin baik daya ungkit investasi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Perlu dicatat, bahwa hingga saat ini capaian ICOR Indonesia masih belum memuaskan. Kementerian Koordinator Perekonomian mencatat ICOR Indonesia pada 2018 mencapai 6,3, lebih tinggi dibandingkan dengan pesaing Indonesia di Asia seperti India dan Vietnam yang masing-masing mecatatkan ICOR sebesar 4,6 dan 4,3.

Seiring dengan peningkatan target ICOR, pemerintah juga menargetkan peningkatan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi mencapai 5,9%-7% sepanjang 2020-2024, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan PMTB pada 2015-2018 yang menurut pencatatan Kementerian PPN/Bappenas mencapai 5,6%.

Penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) pun ditargetkan untuk mengambil peran lebih dalam meningkatkan pertumbuhan investasi.

Pada 2024, kontribusi PMDN dan PMA terhadap keseluruhan investasi ditargetkan mencapai 16,2%-17,1% dari keseluruhan investasi.

Secara nominal, data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan realisasi investasi sepanjang 2020-2024 pada angka Rp5.745,2 triliun dengan target sebesar Rp886 triliun pada 2020 dan sebesar Rp1.450 triliun pada 2024.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top