Pemerintah Ajak Jepang Investasi di Ibu Kota Baru

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam kesempatan menerima kunjungan Presiden Japan Indonesia Association Yasuo Fukuda, di Bappenas, Jakarta, Kamis (21/11/2019) menuturkan sejumlah rencana pembangunan di Indonesia lima tahun ke depan. Dalam kesempatan itu, Perdana Menteri Jepang 2007-2008 itu pun turut membawa 40 pengusaha Jepang.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 25 November 2019  |  11:37 WIB
Pemerintah Ajak Jepang Investasi di Ibu Kota Baru
Gagasan rencana dan kriteria desain ibu kota negara. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mendorong investor asal Jepang untuk menanam investasi di bakal ibu kota baru, Kalimantan Timur.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam kesempatan menerima kunjungan Presiden Japan Indonesia Association Yasuo Fukuda, di Bappenas, Jakarta, Kamis (21/11/2019) menuturkan sejumlah rencana pembangunan di Indonesia lima tahun ke depan. Dalam kesempatan itu, Perdana Menteri Jepang 2007-2008 itu pun turut membawa 40 pengusaha Jepang.

Suharso menyampaikan Jepang merupakan mitra penting bagi Indonesia dalam 60 tahun terakhir. Oleh sebab itu, dia mengajak pengusaha Jepang untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

Dia menjelaskan, ada banyak peluang investasi yang bisa melibatkan pengusaha Jepang, salah satunya di ibu kota baru di Kalimantan Timur yang pembangunannya membutuhkan dana US$35 miliar. Dari jumlah kebutuhan itu hanya 20% yang dapat dibiayai APBN, sehingga terbuka kesempatan bagi swasta internasional yang memiliki pengalaman dan kapasitas dari sisi pembiayaan maupun keahlian.

"Saya memahami bahwa Jepang punya arsitek andal dalam bidang perkotaan yang pernah ikut membangun kota di luar Jepang. Mungkin bisa membagi pengalamannya dengan Indonesia, dalam hal urban design," ujar Suharso melalui rilis yang diterima Bisnis.com, Senin (25/11/2019).

Suharso menceritakan, bahwa Presiden Jokowi menginginkan agar IKN baru menjadi the best on earth, iconic, hemat energi, dan menggunakan teknologi terkini. Untuk itu Kementerian PPN/Bappenas merancang IKN baru dengan konsep smart government, smart city, dan green city.

Dia lantas mengundang Jepang berpartisipasi pembangunan IKN, khususnya pada pembangunan riset dan universitas. Alasannya, untuk mendorong pengembangan ilmu masa depan, khususnya di bidang energi dan technopark.

Selain itu, pemerintah merencanakan IKN baru akan ada pelayanan rumah sakit terbaik di dunia, sekaligus rumah sakit riset sebagai rujukan kesehatan. Suharso yakin Jepang mempunyai pengalaman dan kemampuan untuk membangun rumah sakit tersebut.

Pada bidang lain, Jepang juga berpengalaman pada sektor transportasi publik. Dia menyampaikan, transportasi di IKN baru harus hemat energi dan ramah lingkungan. Jika pihak Jepang memiliki ketertarikan pada bidang ini, dia memastikan masih terbuka pilihan karena masih pada tahap pra masterplan.

“Jika ada keinginan dari Jepang, boleh ikut berpartisipasi,” sambung Suharso.

Dia juga menyampaikan peluang di bidang energi terbarukan, yaitu air dan angin, yang potensinya sangat besar di IKN baru. Jepang diajak terlibat karena punya pengetahuan di bidang termal laut. Terlebih lokasi IKN baru berada di Indonesia Timur yang butuh sumber energi dari laut.

Terkait dengan energi terbarukan, pemerintah Indonesia tengag mengembangkan B-30 dan B-20 yang menggunakan reaktor dari CPO, dan selanjutnya masuk ke green fuel.

"Kelak Indonesia akan membangun pabrik lithium yang terbesar di dunia, sebagai kebutuhan dunia masa depan,” jelas Suharso.

Suharso juga mengajak pengusaha Jepang membangun pasar ikan berskala internasional di Indonesia. Pada 1997-1998 Indonesia pernah merancang tempat pelelangan ikan internasional yang berlokasi di Likupang, Sulawesi Utara. Lokasi Likupang berhadapan dengan international fish market di Filipina. Di wilayah itu banyak populasi ikan tuna, baik yang bersirip biru maupun kuning.

Politisi PPP itu mengaku sudah pernah bertemu dengan Kato Kici di Jepang, salah satu perusahaan Jepang yang bergerak di bidang marine product. Dia lantas berharap Jepang masih berminat membantu Indonesia dalam membangun international fish market ini.

Terakhir pada bidang otomotif, Suharso juga menyampaikan terima kasih karena telah membuka pelatihan vokasi dan magang bagi pekerja Indonesia di Jepang dengan baik.

Dia berharap kerja sama sejenis ini tetap berlanjut, dan terbuka lagi pada sektor lain. Dia juga menambahkan agar kerjasama ini tidak seperti kerja sama pada sektor otomotif mobil yang sudah hampir 50 tahun, Indonesia hanya punya kemampuan rancang bangun saja.

"Kami berharap, jika nanti ada kerja sama di bidang industri dengan waktu yang tidak terlalu panjang,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pemindahan Ibu Kota

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top