Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

UMK Naik, Industri Alas Kaki Jatim Menjerit

Pelaku  industri alas kaki Jawa Timur mengaku sudah tidak mampu menahan beban operasional terutama dari sisi kenaikan upah minimum kota/kabupaten setiap tahun di tengah semakin ketatnya persaingan global.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 22 November 2019  |  05:50 WIB
Pekerja menyelesaikan pembuatan sandal dan sepatu di PT Aggiomultimex, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/9). - ANTARA/Umarul Faruq
Pekerja menyelesaikan pembuatan sandal dan sepatu di PT Aggiomultimex, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/9). - ANTARA/Umarul Faruq

Bisnis.com, SURABAYA - Pelaku  industri alas kaki Jawa Timur mengaku sudah tidak mampu menahan beban operasional terutama dari sisi kenaikan upah minimum kota/kabupaten setiap tahun di tengah semakin ketatnya persaingan global.

Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jawa Timur, Winyoto Gunawan mengatakan dalam beberapa tahun terakakhir kondisi industri alas kaki sudah semakin sulit, apalagi terus bersaing dengan Vietnam.

"Jujur ngomong, kami industri alas kaki sudah tidak kuat lagi dengan UMK yang terus naik tiap tahunnya, apalagi kalau diberlakukan upah sektoral," katanya, Kamis (21/11/2019).

Dia mengatakan industri alas kaki saat ini ekspor ke Amerika Serikat dan Eropa juga sudah kalah dengan negara lain. Akibatnya, sudah banyak perusahaan yang pindah atau relokasi terutama Penanaman Modal Asing (PMA).

"Banyak kebijakan yang kurang mendukung para pelaku Industri, bahkan industri PMA akan memindahkan pabriknya keluar negeri seperti ke Vietnam, Kamboja, dan Bangladesh," katanya.

Menurutnya, hal tersebut banyak dilakukan PMA karena faktor bargaining goverment to goverment di negara-negara tersebut dinilai sangat mendukung industri dan para eksportirnya.

Namun begitu, dengan kenaikan UMK 2020 sebesar 8,51% di Jatim ini belum ada pergerakan relokasi industri lokal.

"Tetapi kalau tahun ini sudah ada yang tutup, dan yang dikhawatirkan pelaku industri makin sedikit, pengangguran makin meningkat dan importir makin bertambah," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umk
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top