Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bulog Usul Pemerintah Beri Modal Rp20 Triliun untuk Penyerapan Beras

Perum Bulog mengusulkan agar pemerintah dapat menyalurkan modal awal sekitar Rp20 triliun untuk menunjang operasional perusahaan dalam menyerap beras yang berfungsi sebagai cadangan beras pemerintah (CBP). 
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 November 2019  |  19:08 WIB
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman
Pekerja mengangkut stok beras Bulog untuk didistribusikan ke pasar-pasar di Gudang Sub-Divre Bulog Serang, di Serang, Banten, Jumat (10/5/2019). - ANTARA/Asep Fathulrahman

Bisnis.com, JAKARTA — Perum Bulog mengusulkan agar pemerintah dapat menyalurkan modal awal sekitar Rp20 triliun untuk menunjang operasional perusahaan dalam menyerap beras yang berfungsi sebagai cadangan beras pemerintah (CBP). 

Sejauh ini, perusahaan pelat merah sektor pangan tersebut menjalankan tugas pengadaan beras dengan mengandalkan dana pinjaman dari lembaga keuangan.

"Kami mengusulkan pemberian modal kerja untuk pengadaan CBP karena selama ini kami menggunakan dana pinjaman dari perbankan untuk pengadaan beras CBP. Modal yang kami usulkan Rp20 triliun," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR RI, Kamis (21/11/2019).

Budi mengemukakan penyertaan modal tersebut diperlukan Bulog agar perusahaan tak perlu melakukan pinjaman kredit dengan bunga berjalan dari perbankan. Menurutnya, utang Bulog sampai akhir 2018 telah mencapai Rp28 triliun.

"Permasalahan CBP itu karena pengadaannya menggunakan dana pinjaman. CBP ini punya pemerintah dan kami tidak bisa jual kecuali ada penugasan. Selama tidak ada penugasan, maka akan stuck. Padahal, bunganya tidak pernah stuck. Itulah sebabnya kami usulkan pengadaan CBP didanai pemerintah," paparnya.

Sampai 18 November, realisasi pengadaan beras pun baru mencapai 1,14 juta ton atau 63,6% dari target sebesar 1,8 juta ton. Di sisi lain realisasi penyaluran CBP untuk ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga (KPSH) baru mencapai 453.702 ton dan untuk bencana alam sebanyak 4.170 ton. 

Adapun total penyaluran beras melalui skema tersebut ditambah dengan program bantuan sosial sampai September lalu mencapai 771.203 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bulog Stok Beras
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top