BKPM Gandeng Polri Amankan Investasi

Badan Koordinasi Penanaman Modal menyelenggarakan sosialisasi pedoman kerja untuk mengupayakan perlindungan dan keamanan investasi bagi dunia usaha. 
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 08 November 2019  |  21:13 WIB
BKPM Gandeng Polri Amankan Investasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal menyelenggarakan sosialisasi pedoman kerja untuk mengupayakan perlindungan dan keamanan investasi bagi dunia usaha. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman antara BKPM dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia pada tahun 2016 sekaligus menutup dari rangkaian 7 sosialisasi di kota-kota besar seluruh Indonesia. 

Seperti di daerah lainnya, kali ini Unit Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal (Dalaks) BKPM bekerja sama dengan Polri, Pemerintah Provinsi Maluku serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Maluku dan Kabupaten/Kota Maluku. 

Dihadirisekitar 100 peserta dari kalangan Polri, Asosiasi, dan pelaku usaha, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media komunikasi dan bertukar informasi kegiatan proyek-proyek investasi yang sedang berjalan dan memerlukan dukungan, khususnya dalam bidang keamanan investasi. 

Staf Khusus Kepala BKPM Rohalim Boy Sangadji menyampaikan bahwa Presiden Jokowi memberikan arahan jelas dalam hal penanaman modal. Salah satunya agar investor asing dan investor bermodal besar yang datang ke daerah bermitra dengan pengusaha lokal serta mendorong segera terealisasinya minat-minat investasi tersebut.

 “Investasi yang datang ke Maluku ini nanti didorong untuk bermitra dengan UMKM atau pengusaha lokal. Sebenarnya memiliki partner lokal ini pun bisa lebih menjamin keamanan berinvestasi karena partner lokal lebih tahu dengan daerahnya,” ucap Boy, sapaan akrabnya Rohalim Boy Sangadji, dikutip dari keterangan resmi BKPM, Jumat (8/11/2019).

Boy menambahkan bahwa pembentukan Satgas Percepatan Realisasi Investasi menjadi upaya nyata. Satgas harus dapat memberikan solusi bagi hambatan investasi yang mengganggu keamanan investasi, seperti tata ruang, izin lokasi maupun peraturan yang tumpang tindih.

Direktur Wilayah IV, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Yos Harmen menyambut pernyataan itu dengan dorongan untuk memanfaatkan satgas investasi menyelesaikan permasalahan investasi di Maluku.

Jenis-jenis isu investasi yang ada adalah lahan/RTRW, perizinan daerah dan pusat yang tidak sejalan, infrastruktur, sengketa antarinvestor, ketenagakerjaan, dan premanisme/gangguan keamanan. 

Perwakilan Gubernur Provinsi Maluku Lutfi Rumba menyatakan bahwa peningkatan suasana kondusif untuk menjamin investasi dan pengembangan sektor pariwisata merupakan fokus RPJMD Maluku.

Investasi menurut Lutfi akan menurunkan angka kemiskinan melalui penciptaan tenaga kerja, baik PMA maupun PMDN. Anggaran dari pemerintah pusat masih kurang untuk mengembangkan wilayah Maluku.

"Oleh karena itu, kami harap investasi di Maluku menjadi perhatian pemerintah. Adanya pembangunan kilang LNG Blok Masela diharapkan dapat segera beroperasi untuk menumbuhkan geliat usaha di wilayah Maluku,” ujar Lutfi. 

Sejak masa kampanye pemilihan presiden tahun ini, permasalahan keamanan investasi di Provinsi Maluku menjadi lebih besar karena ditunggangi isu-isu politik. Namun hal ini terus dipantau oleh kesatuan Polri di daerah melalui berbagai fungsi intelijen, bimbingan ketertiban masyarakat, dan operasi Kepolisian. Polri pun siap bermitra dengan BKPM, Pemprov maupun Pemkab dalam melaksanakan fungsinya.

Bentuk kerjasama antara BKPM dan Polri yang sudah berjalan sejak Nota Kesepahaman antara lain penyediaan Official in Charge dalam rangka pertukaran informasi dan data, penyusunan langkah bersama untuk pengamanan, serta menyelenggarakan forum diskusi secara rutin.

Selain itu, Polri sudah menyediakan Person in Charge di BKPM untuk memfasilitasi pelayanan perizinan berusaha di bidang usaha yang berada di bawah kewenangan Polri. 

Berdasarkan data realisasi investasi periode Januari-September 2019, nilai PMDN dan PMA di Provinsi Maluku sebesar Rp 283,2 miliar dan USD 32,6 juta. Proyek investasi dari PMDN yang sedang berjalan sebanyak 57, sementara PMA sebanyak 34 proyek.  

Proyek PMDN didominasi sektor Listrik, Gas dan Air. Sektor yang menjadi primadona bagi pengusaha PMA adalah sektor Perikanan, dimana negara asing yang menjadi asal investasi PMA kebanyakan berasal dari Australia, Belanda, dan British Virgin Island.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bkpm, polri, investasi

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top