Menkeu Sri Mulyani : Banyak Tantangan yang Mengancam Stabilitas Ekonomi

Menjaga konsumsi rumah tangga sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh di tengah tekanan dari eksternal. Apalagi, konsumsi rumah tangga berkontribusi ke Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 57,6%.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 06 November 2019  |  11:11 WIB
Menkeu Sri Mulyani : Banyak Tantangan yang Mengancam Stabilitas Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR, Selasa (5/11/2019) mengakui bahwa ada banyak tantangan yang mengancam stabilitas pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Untuk itu pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mendorong ekonomi tetap tumbuh. Pertama, menjaga konsumsi dan daya beli rumah tangga dengan stabilitas pasokan dan harga.

Menjaga konsumsi rumah tangga sangat diperlukan untuk memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh di tengah tekanan dari eksternal. Apalagi, konsumsi rumah tangga berkontribusi ke Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 57,6%.

Kedua, mendorong investasi dengan insentif fiskal, peran kuasi-fiskal, dan partisipasi swasta. Terkait dengan hal ini, pemerintah telah menerbitkan berbagai insentif fiskal mulai dari tax holiday hingga diskon pajak besar-besaran.

Ketiga, mendorong ekspor sektor manufaktur dan menggalakkan pariwisata.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III/2019 sebesar 5,02% secara tahunan.

Pertumbuhan ekonomi secara kuartalan masih tumbuh 3,06%. Secara kumulatif masih tumbuh 5,04%. “Ini masih tidak terlalu curam dibandingkan negara maju dan negara berkembang lain di tengah perang dagang,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Selasa (5/11/2019).

Secara rinci, pertumbuhan kuartal III/2019 (qtq) naik 3,06% di mana sektor lapangan usaha untuk pengadaan listrik dan gas tumbuh 4,94%, disusul sektor lapangan konstruksi 4,76%, dan jasa keuangan serta asuransi tumbuh 4,66%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pertumbuhan Ekonomi

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top