Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Kemenkop dan UKM Desain Model Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM

Kementerian Koperasi dan UKM akan mendesain model bisnis kemitraan antara kelompok usaha besar dengan UMKM sehingga kedua kelompok usaha tersebut diharapkan lebih terintegrasi dan mendapat porsi pembiayaan yang besar dari pemerintah.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 29 Oktober 2019  |  12:24 WIB
Kemenkop dan UKM Desain Model Kemitraan Usaha Besar dengan UMKM
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Koperasi dan UKM akan mendesain model bisnis kemitraan antara kelompok usaha besar dengan UMKM sehingga kedua kelompok usaha tersebut diharapkan lebih terintegrasi dan mendapat porsi pembiayaan yang besar dari pemerintah.

”Supaya yang kecil dan besar itu bisa terintegrasi. Kalau yang besar tumbuh nanti yang kecil ketarik juga. Hanya dengan ini kita bisa mendapatkan pembiayaan yang besar,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di kantornya, Selasa (29/10/2019).

Dalam kesempatan itu, Teten menerima Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum Induk Koperasi Karyawan (Inkopkar) Fadel Muhammad di ruang kerjanya.

Hadir pula Sekretaris Kemenkop dan UKM Prof Rully Indrawan, dan Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Luhur Pradjarto.

Dia mengatakan Presiden Jokowi tidak menginginkan struktur ekonomi hanya didominasi oleh UMKM saja kendati UMKM disebut harus menjadi pondasi ekonomi Indonesia. Baik UMKM maupun kelompok usaha besar harus didorong supaya saling bekerja sama.

“Jadi bagaimana caranya yang gede dan kecil bekerja sama, sehingga bukan yang gede diturunkan tapi ini [UMKM] ditarik. Sebab kita sudah harus siap, yang gede-gede lawan gede-gede di dunia kerja sama dengan UMKM kita,” kata Teten.

Apabila pola kemitraan ini berjalan baik, menurut Teten, bukan tidak mungkin Indonesia tumbuh menjadi sebuah negara maju sebagaimana didukung dengan hasil kajian dari Bank Dunia, di mana Indonesia diproyeksikan bakal maju sama seperti China, Amerika Serikat, dan India.

“Mengapa Pak Presiden menugaskan saya ke sini. Saya tahu betul apa keinginan beliau. Pak Presiden ingin membawa Indonesia menjadi negara maju. Saat ini kita sudah masuk ke G-20. Masuk G-20 bukan politik, tapi karena nilai ekonomi kita, uang yang beredar di kita sudah cukup besar, APBN dan swasta,” ujarnya.

Untuk menuju negara maju, dia menekankan ada 4 hal penting yang diperlukan, yakni pembangunan infrastruktur yang masif, pembangunan sumber daya manusia, reformasi institutional, dan inovasi.

“Untuk menjadi negara maju persoalan ini harus diberesin dulu, karena bahaya kalau gap terlalu besar,” katanya.

Sementara itu, Fadel mengatakan siap mendukung program yang diusung oleh Teten Masduki sebagai Menkop dan UKM yang baru, terutama dalam melakukan pembangunan SDM koperasi dan UKM melalui kegiatan pelatihan-pelatihan.

“Kami  sudah mendengar konsep yang disampaikan Pak Menteri, saya kira sejalan dengan jiwa koperasi yang ada,” ujar Fadel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementerian koperasi dan ukm kemitraan
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top