Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luncurkan MicroLearning, Atma Jaya Bahas Financial Crisis and Disruption

Rektor Unika Atma Jaya, A. Prasetyantoko, menyatakan untuk bisa masuk dalam dinamika generasi milenial, Unika Atma Jaya membuat terobosan yakni media pembelajar dengan smartphone. Tujuannya, dengan meluncurkan microlearning tersebut, maka para mahasiswa bisa menikmati metode belajar dengan cara yang lebih mudah seperti bermain gim.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 28 Oktober 2019  |  17:53 WIB
Ekonom Unika Atmajaya Agustinus Prasetyantoko (kiri) disaksikan Wakil Presiden Direktur PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) Ongki W. Dana (kanan), dan Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Hery Trianto berbicara dalam Entrepreneur Networking Forum, di Balikpapan, Jumat (24/2). - JIBI/Nadya Kurnia
Ekonom Unika Atmajaya Agustinus Prasetyantoko (kiri) disaksikan Wakil Presiden Direktur PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. (BTPN) Ongki W. Dana (kanan), dan Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia Hery Trianto berbicara dalam Entrepreneur Networking Forum, di Balikpapan, Jumat (24/2). - JIBI/Nadya Kurnia

Bisnis.com, JAKARTA – Universitas Katolik Atma Jaya meluncurkan program microlearning dengan topik “Financial Crisis and Disruption” melalui aplikasi bernama Gnowbe hasil kerjasama dengan Knowledge Catalyst.

Rektor Unika Atma Jaya, A. Prasetyantoko, menyatakan untuk bisa masuk dalam dinamika generasi milenial, Unika Atma Jaya membuat terobosan yakni media pembelajar dengan smartphone. Tujuannya, dengan meluncurkan microlearning tersebut, maka para mahasiswa bisa menikmati metode belajar dengan cara yang lebih mudah seperti bermain gim.

“Jadi bagaimana belajar dengan pendekatan main gim, atau gamification. Dan ini kami kembangkan denagn Knowledge Catalyst, untuk memecah substansi yang kecil agar mudah dipelajar milenial,” kata Prasetyantoko di Gedung Yustinus Unika Atma Jaya, Senin (28/10/2019).

Menurut pengajar Graduate School of Business Magister Manajemen Ekonomi Terapan Unika Atma Jaya, potensi microlearning tak jauh berbeda dengan e-learning. Keunikannya, microlearning memecah substansi menjadi lebih kecil untuk memudahkan pemahaman siswa/siswi. Dia juga menyatakan, aplikasi ini akan lebih menantang bagi para dosen senior yang masih harus beradaptasi dengan teknologi.

“Ini soal kebiasaan, generasi milenial dan generasi Z itu dalam dirinya sudah alamiah dengan teknologi, susah justru kita yang lahir sebelum teknologi berkembang, digital imigrants. Dosen semakin tua namun mahasiswa makin muda, maka gap ini bisa dikecilkan lewat teknologi,” terang Prasetyantoko.

Dia pun menambahkan, tujuan Atma Jaya mengusung tema microlearning dengan topik krisis finansial dan disrupsi untuk membantu para mahasiswa dan juga masyarakat umum mengenai industri 4.0 serta potensi krisis pada tahun depan.

“Kami ambil kesempatan pertama kali untuk masuk dalam perdebatan itu, sebab krisis juga terus berkembang isunya, teknologi juga sangat dinamis, kami mau masuk dan ambil posisi dalam perdebatan hangat itu,” terangnya.

CEO Knowledge Catalyst Rudy Rahardjo menyatakan sebagai perusahaan teknologi pendidikan yang berbasis di Singapura, pihaknya baru melakukan kerjasama pertama kali dengan Atma Jaya.

Menurut Rudy, ada kesamaan visi antara Atma Jaya dengan perusahaannya dalam upaya memajukan teknologi pendidikan. Salah satunya terkait dengan upaya untuk memudahkan akses masyarakat dalam mengemban pendidikan dan menambah wawasan.

“Kami lihat microlearning sudah lama, adopsinya bagus, ke depan tinggal bagaimana untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan,” ujar Rudy.

Ke depan, Rudy juga mengupayakan penguatan aplikasi menjadi linkage antara mahasiswa dengan dunia kerja sehingga ke depan ada banyak peluang modifikasi dan pengembangan kebutuhan belajar untuk menjawab kebutuhan korporasi dan industri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Unika Atma Jaya
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top