Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KNKT Jelaskan Penyebab Kecelakaan 737 MAX ke Keluarga Korban

Dalam presentasi, KNKT mengatakan bahwa beberapa faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan 189 orang tersebut antara lain kesalahan asumsi fungsi peralatan anti-stall yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dan bagaimana pilot akan bereaksi.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  17:17 WIB
Petugas KNKT memegang serpihan pesawat Lion Air JT610, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018). - Reuters/Beawiharta
Petugas KNKT memegang serpihan pesawat Lion Air JT610, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Minggu (4/11/2018). - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyampaikan berbagai alasan yang menyebabkan jatuhnya pesawat Lion Air 737 MAX kepada keluarga korban, Rabu (23/10/2019).

Dalam presentasi, KNKT mengatakan bahwa beberapa faktor penyebab kecelakaan yang menewaskan 189 orang tersebut antara lain kesalahan asumsi fungsi peralatan anti-stall yang disebut Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) dan bagaimana pilot akan bereaksi.

Ketergantungan pada sensor angle-of-attack tunggal membuat sistem MCAS lebih rentan mengalami kegagalan. Sementara itu, sensor pada pesawat yang jatuh juga salah dalam perhitungan pada perbaikan sebelumnya.

Presentasi tersebut juga menunjukkan adanya kekurangan dokumentasi mengenai bagaimana sistem akan bekerja dalam skenario kecelakaan, termasuk pengaktifan perangkat stick shaker yang memperingatkan pilot akan bahaya.

Selain itu, kecelakaan juga disebabkan oleh kurangnya komunikasi awak pesawat dan kontrol manual terhadap pesawat. Salah satunya yaitu kurangnya peringatan dan gangguan di kokpit.

“Karena laporan tersebut belum secara resmi dirilis oleh pihak berwenang, masih terlalu dini bagi kita untuk mengomentari isinya,” kata seorang juru bicara Boeing kepada Reuters, menolak mengomentari lebih lanjut.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Saat ini, pembuat pesawat AS Boeing berada di bawah tekanan untuk menjelaskan apa yang diketahui tentang masalah 737 MAX sebelum pesawat memasuki layanan, terutama setelah laporan Reuters tentang pesan dari mantan pilot uji yang menjelaskan perangkat lunak pesawat 737 MAX tidak menentu pada dua tahun sebelum kecelakaan.

Boeing mengatakan akan mendesain ulang sistem anti-stall untuk mengandalkan lebih dari satu sensor, serta membantu mengurangi beban kerja pilot.

Laporan akhir kecelakaan 737 MAX akan dirilis pada Jumat (25/10).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

knkt
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top