Bank Indonesia Ikut IMF Dorong Bauran Kebijakan Sistem Keuangan

Dalam plennary meeting International Monetary and Financial Committee (IMFC), peserta mendukung Global Policy Agenda IMF yang disampaikan Managing Director IMF yang baru, Kristalina Georgieva.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  11:28 WIB
Bank Indonesia Ikut IMF Dorong Bauran Kebijakan Sistem Keuangan
Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyampaikan hasil-hasil Forum Pembiayaan Infrastruktur dalam konferensi pers Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Selasa (9/10/2018). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mendukung kelanjutan kajian Integrated Policy Framework yang sedang dilakukan International Monetary Fund (IMF) untuk meningkatkan pemahaman dan efektivitas kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh setiap negara sesuai dengan karakteristik dan kondisi masing-masing.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo yang menghadiri rangkaian Pertemuan Tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-World Bank) pada 16-19 Oktober 2019 di Washington D.C., Amerika Serikat, Bank Indonesia juga sepakat meningkatkan kerja sama, memitigasi risiko, meningkatkan resiliensi dan mengimplementasikan kebijakan untuk mendorong pertumbuhan melalui bauran kebijakan.

Dody memerinci, ada berbagai risiko tetap mengancam pertumbuhan ekonomi global. Misalnya saja; ketegangan perdagangan atau trade tension yang berimplikasi pada ketidakpastian kebijakan, risiko geopolitik, pengetatan kondisi keuangan di tengah terbatasnya ruang kebijakan. Selain itu masih ada risiko tingginya tingkat utang, dan meningkatnya kerentanan di sektor keuangan.

Di samping itu, Dody melanjutkan, ada risiko terkait perubahan iklim atau climate change yang juga menjadi perhatian pada Pertemuan Tahunan. Hal ini karena dipandang memiliki dampak bagi stabilitas sistem keuangan sehingga perlu segera dimitigasi dengan kebijakan di sektor keuangan.

Lebih lanjut, perkembangan teknologi juga menjadi topik diskusi sehubungan dengan manfaat dan risiko. Dengan demikian diperlukan upaya untuk menyeimbangkan dukungan bagi inovasi di sektor keuangan dengan pengaturan ataupun pengawasannya.

Dalam plennary meeting International Monetary and Financial Committee (IMFC), peserta mendukung Global Policy Agenda IMF yang disampaikan Managing Director IMF yang baru, Kristalina Georgieva.

Kristalina menyatakan dalam rapat tersebut akan berupaya untuk memperkuat kerja sama internasional, meningkatkan resiliensi dan meningkatkan inklusivitas perekonomian global untuk mendukung pertumbuhan yang lebih berkesinambungan. Termasuk memfasilitasi solusi global terkait teknologi finansial yang sejalan dengan Bali Fintech Agenda.

Upaya yang akan dilakukan IMF tersebut dilatarbelakangi pertumbuhan perekonomian global yang diperkirakan melambat dari 3,6% pada 2018 menjadi 3,0% pada 2019, sebelum akhirnya diproyeksikan kembali melanjutkan momentum positif menjadi 3,4% pada 2020.

Pada rangkaian pertemuan tahunan tersebut juga diselenggarakan pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20. Pada pertemuan tersebut Dody Budi Waluyo juga menyampaikan pentingnya mengatasi kerentanan di sektor keuangan yang disebabkan oleh fragmentasi di sektor keuangan. Tujuan utamanya adalah untuk memastikan resiliensi dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dody juga menjelaskan, Bank Indonesia sudah menekankan pentingnya melanjutkan agenda reformasi di sektor keuangan, dengan tetap memperhatikan fleksibilitas bagi otoritas sesuai dengan kondisi spesifik di setiap negara. Hal ini dapat dicapai melalui identifikasi kerangka pengaturan dan pengawasan yang ada untuk mengatasi kerentanan yang ada dan kerja sama internasional yang dibutuhkan, termasuk yang disebabkan dari perkembangan teknologi.

Pada agenda lainnya, Dody Budi Waluyo juga bertemu dengan beberapa otoritas keuangan dunia untuk memperkuat kerja sama dan bertukar informasi mengenai perkembangan ekonomi global, termasuk mendiskusikan agenda prioritas G20 dengan otoritas Arab Saudi yang akan menjadi Presidensi G20 pada 2020.

Adapun dalam kesempatan itu, Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan juga melakukan pertemuan dengan lembaga pemeringkat dan investor untuk menginformasikan perkembangan terkini perekonomian Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Dody juga membahas berbagai kebijakan serta upaya yang ditempuh Bank Indonesia bersama pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, dalam rangka mendorong pertumbuhan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia

Editor : Achmad Aris
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top