Kemenaker Targetkan Bangun 2.000 BLK Komunitas pada 2020

Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan kesiapannya untuk melatih dan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam memasuki pasar kerja melalui program di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  19:46 WIB
Kemenaker Targetkan Bangun 2.000 BLK Komunitas pada 2020
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dalam acara penandatangan perjanjian kerja sama Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas 2019 di Jakarta, Rabu (20/2/2019). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan kesiapannya untuk melatih dan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam memasuki pasar kerja melalui program di Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas, atau unit pelatihan kerja yang didirikan di lembaga pendidikan keagamaan.

“Melalui BLK Komunitas diharapkan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin agar mampu melahirkan SDM yang memiliki karakter baik sekaligus memiliki keterampilan berwirausaha,“ kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktifitas (Binalattas) Kemnaker Surya Lukita Warman dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Jakarta pada Senin (21/10/2019).

Surya mengatakan pada tahun 2019 Kemnaker akan membangun dan mengembangkan BLK Komunitas di 1.000 lokasi. Sementara pada 2020 ditargetkan terwujud 2.000 BLK Komunitas. Terobosan merevitalisasi BLK dan gencarnya aktivitas BLK di seluruh Indonesia itu sebagai upaya menggenjot peningkatan dan peningkatan kompetensi kualitas SDM agar berdaya saing di pasar kerja. 

Dia mengutarakan BLK Komunitas merupakan salah satu upaya pemerintah mendekatkan akses pelatihan vokasi kepada masyarakat sekitar pesantren berupa karakter, softskill sekaligus membekali keterampilan kepada lulusan pesantren.

“Kami harap BLK Komunitas ini mampu membantu pemerintah untuk mempercepat melakukan masifikasi peningkatan kompetensi masyarakat dan mengatasi kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja dan kompetensi alumni pesantren sehingga di masa depan semakin kuat dan berperan mengatasi kemiskinan,“ kata Surya.

Dalam pengembangan BLK komunitas, Kemnaker memberdayakan keberadaan BLK-BLK di seluruh Indonesia.

Salah satunya adalah BLK Makassar yang membina sebanyak 21 BLK Komunitas yakni 18 BLK Komunitas di Sulawesi Selatan yang pembangunannya hampir rampung 100% dan tinggal menunggu bantuan peralatan untuk memulai aktivitas pelatihan.

Sementara tiga BLK Komunitas lainnya yang dalam proses pembangunannya yakni Ponpes Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Makassar (Sulsel); dan dua di Sulut yakni Ponpes Al Luthfi, Lolanan (Bolmong), dan Sekolah Aliktab Langowan (Minahasa).

Muhammad Ridwan, Pengelola BLK Komunitas Ponpes Manbaul Ulum di Maros, Sulsel, memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan berupa pembangunan gedung BLK Komunitas dan bisa tuntas pada awal 2020.

“Bantuan pemerintah sangat bermanfaat dan memudahkan masyarakat sekitar Ponpes berlatih untuk menambah penghasilan mereka,” kata Ridwan.

Ridwan menambahkan masyarakat Kabupaten Maros sangat antusias menyambut kehadiran BLK Komunitas di Ponpes Mambaul Ulum, khususnya untuk pelatihan menjahit yang sangat membantu kaum ibu dan remaja putri.

Tak ada pembatasan usia menjadi peserta pelatihan di BLK Komunitas Mambaul Ulum karena BLK merupakan long life learning atau pembelajaran seumur hidup.

"Dasar pendidikan BLK Komunitas untuk memperoleh keahlian, pekerjaan, memperoleh penghasilan untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya. Masyarakat sekitar Bantimurung harus manfaatkan semaksimal mungkin untuk mendorong peningkatan ekonomi keluarganya,“ tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
balai latihan kerja, Kemenaker

Editor : M. Syahran W. Lubis
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top