Pengembang Tunggu Kejelasan dan Kepastian Pemanfaatan Aset Negara

Selama lokasi dari aset yang ditawarkan bagus dan potensi bisnis menarik, pengembang tertarik untuk terlibat dalam kerja sama dengan pemerintah.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  08:27 WIB
Pengembang Tunggu Kejelasan dan Kepastian Pemanfaatan Aset Negara
Kementerian BUMN. Bumn.go.id

Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku usaha properti masih menanti kejelasan dan kepastian dari pemerintah terkait dengan tawaran kerja sama untuk pemanfaatan aset barang milik negara yang ada di Jakarta yang akan ditinggalkan setelah pemindahan ibu kota negara.

Direktur Pengelolaan Modal & Investasi PT Intiland Development Tbk. Archied Noto Pradono mengatakan bahwa pihaknya sebenarnya cukup berminat dengan tawaran kerja sama pemanfataan aset barang milik negara (BMN).

Selama lokasi dari aset yang ditawarkan bagus dan potensi bisnis menarik, katanya, Intiland tertarik untuk terlibat dalam kerja sama dengan pemerintah.

Meskipun demikian, pihaknya masih menunggu detail penjelasan terkait dengan tawaran kerja sama tersebut.

“Kami masih menunggu detail dan value-nya seperti apa,” ujar Archied kepada Bisnis, Senin (14/10/2019).

Sebelumnya, Marketing Director Paramount Land Alvin Andronicus mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik tawaran pemerintah terkait dengan kerja sama pemanfaatan BMN yang ada di Jakarta.

“Tentu saja kami berminat dengan tawaran kerjasama tersebut, apalagi pemerintah yang membuka diri [kerjasama dengan swasta],” ucapnya.

Meskipun demikian, Alvin menuturkan bahwa perusahaan masih menanti kepastian dari pemerintah terkait aset-aset mana saja yang dapat dikerjasamakan dengan swasta.

Pihaknya juga berharap agar pemerintah bisa segera merampungkan penyusunan rencana induk atau masterplan terkait pembangunan ibu kota baru dan pengelolaan aset-aset yang ada di Jakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
barang milik negara, Ibu Kota Dipindah

Editor : Zufrizal
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top