KSOP Kotabaru-Batulicin Teken Konsesi dengan Pelabuhan Swangi Indah

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan, melakukan penandatangan perjanjian konsensi dengan PT Pelabuhan Swangi Indah.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 05 Oktober 2019  |  12:59 WIB
KSOP Kotabaru-Batulicin Teken Konsesi dengan Pelabuhan Swangi Indah
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan melakukan penandatangan perjanjian konsensi dengan PT Pelabuhan Swangi Indah. - Bisnis/Kahfi

Bisnis.com, JAKARTA - Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan melakukan penandatangan perjanjian konsensi dengan PT Pelabuhan Swangi Indah.

Penandatangan perjanjian konsesi dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin Capt. M. Hermawan dengan Direktur Utama PT Pelabuhan Swangi Indah, Krismarsyaf Tamba, di Hotel Des Indes Menteng, Jakarta Pusat. 

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kotabaru-Batulicin Capt. M. Hermawan berharap kerja sama ini dapat bermanfaat bagi pertumbuhan perekonomian nasional, khususnya kepada masyarakat sekitar.

“Besar harapan kami pula,  melalui perjanjian ini dapat memberikan nilai positif  pada peningkatan ekonomi sekitar, melalui penyerapan tenaga kerja, serta usaha mikro dan makro. Sehingga kondisi ini pada akhirnya akan berdampak positif  terhadap pertumbuhan eknomi secara nasional dari sektor pelabuhan,” katanya, Sabtu (5/10/2019).

Dirinya juga berharap, dengan hadirnya Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Swangi Indah, akan menstimulus BUP swasta lainnya, khususnya dari Kalimantan Selatan, untuk turut berinvestasi di bidang kepelabuhanan, khususnya  di Pelabuhan Kotabaru-Batulicin.

“Terlebih saat ini kita ketahui Provinsi Kalimantan Selatan akan menjadi salah satu wilayah penopang Ibu Kota Baru yakni di Kalimantan Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelabuhan Swangi Indah, Krismarsyaf Tamba menyebut perjanjian konsensi merupakan bentuk kepastian bagi swasta yang bergelut di bidang kepelabuhan.

"Perjanjian juga merupakan bukti adanya persaingan bisnis yang sehat, karena tidak ada monopoli dalam bisnis ini, siapapun swasta yang memiliki Badan Usaha Pelabuhan dapat mengembangkan bisnisnya dengan menggandeng pemerintah sebagai rekan bisnis," kata Krismarsyaf.

Dengan terjalinnya kerjasama ini, disambung Krismarsyaf, sekaligus membuka peluang bagi pengusaha, khususnya putera daerah untuk mengembangkan bisnisnya di bidang usaha pelabuhan.

"Dan tentunya berimbas pada meningkatnya perekonomian masayarakat daerah setempat," sambungnya.

Menurut Krismarsyaf, peran Pelabuhan saat ini sangat penting dan strategis dalam pertumbuhan industri dan perdagangan, serta merupakan suatu entitas usaha yang memberikan kontribusi bagi pembangunan nasional.

Untuk mengoptimalkan peran itu, PT Pelabuhan Swangi Indah kemudian berdiri dan diharapkan mampu bersaing dengan jasa kepelabuhan lainnya yang sudah ada.

"Keutamaan jasa kami adalah lebih efisien, dalam artian kecepatan dan ketepatan. Dan tentunya tarif yang kami terapkan lebih bersaing. Hal ini diharapkan dapat menarik minat pengguna jasa kepelabuhan," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ksop

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top