Kewajiban Neto Investasi Portofolio Catatkan Kenaikan Tertinggi

Dilansir dari data Posisi Investasi Internasional (PII) yang dikutip Rabu (2/10/2019), posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) pada kuartal II/2019 meningkat US$2,9 miliar yang didorong oleh kewajiban investasi portofolio meningkat US$7,0 miliar, dan kewajiban derivatif keuangan naik US$46 juta.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  14:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia menyatakan komponen investasi portofolio mengalami kewajiban neto tertinggi diikuti oleh komponen investasi langsung dan investasi lainnya.

Dilansir dari data Posisi Investasi Internasional (PII) yang dikutip Rabu (2/10/2019), posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) pada kuartal II/2019 meningkat US$2,9 miliar yang didorong oleh kewajiban investasi portofolio meningkat US$7,0 miliar, dan kewajiban derivatif keuangan naik US$46 juta.

Bank Indonesia menyatakan, peningkatan posisi KFLN lebih lanjut tertahan oleh penurunan posisi kewajiban investasi langsung dan investasi lainnya, masing-masing US$3,8 miliar dan US$0,3 miliar.

Pada sisi lain, posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN) meningkat US$1,9 miliar bersumber dari semua komponen aset. Utamanya berasal dari investasi langsung sebesar US$2,0 miliar, dan investasi lain US$0,6 miliar.

Sementara itu, untuk cadangan devisa mencatat penurunan aset US$0,7 miliar.

Bank Indonesia menyatakan dengan perkembangan tersebut, kewajiban neto PII Indonesia pada kuartal laporan mengalami sedikit kenaikan karena peningkatan kewajiban neto investasi portofolio, dan penurunan aset neto cadangan devisa lebih besar dibandingkan dengan penurunan kewajiban neto investasi langsung dan investasi lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top