Urbanisasi Buka Peluang Perkembangan Kota Baru, Ini 3 Syaratnya!

Seharusnya urbanisasi tidak dianggap sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk berkembang.
mutiara
mutiara - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  18:17 WIB
Urbanisasi Buka Peluang Perkembangan Kota Baru, Ini 3 Syaratnya!
Foto aerial bekas tambang batu bara di Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Kementerian LHK akan memperbaiki lubang-lubang bekas tambang di kawasan calon ibu kota negara baru. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay.

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan kota baru tentu akan menarik orang banyak untuk melakukan urbanisasi, terutama jika kotanya dikembangkan dengan baik dan layak huni. Namun, selama ini urbanisasi sering dianggap sebagai beban, untuk itu, perlu syarat tertentu agar tidak dipandang demikian.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa seharusnya urbanisasi tidak dianggap sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk berkembang.

Menurutnya, terdapat tiga syarat agar urbanisasi tidak sebagai beban, yakni perencanaan yang matang (well-planned), regulasi yang mantap (well-regulated), dan dibiayai secara terencana dengan cermat (well-financed).

"Melalui planning, regulasi, dan finance yang baik, urbanisasi bisa menjadi engine of growth,” kata Menteri Basuki melalui siaran pers, Rabu (2/10/2019).

Basuki menambahkan, rencana pemerintah untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, juga akan mengadopsi tiga syarat tersebut. Dengan demikian, pemindahan ibu kota negara diharapkan bisa menjadi pusat pertumbuhan kegiatan ekonomi wilayah.

Adapun, laporan Asian Development Bank menunjukkan telah terjadi peningkatan urbanisasi yang signifikan di Asia Pasifik. Di Indonesia dalam 60 tahun terakhir (1950—2010) terjadi peningkatan jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan dari 12 persen menjadi 50 persen.

Sekretaris Jenderal PUPR Anita Firmanti menambahkan bahwa persoalan urbanisasi tidak untuk dicegah karena dianggap akan menimbulkan masalah, tetapi justru perlu disikapi sebagai tantangan yang dapat memiliki dampak positif pada pertumbuhan perekonomian perkotaan.

"Salah satu langkah untuk menjawab tuntutan tersebut adalah dengan menyelenggarakan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing dan kualitas hidup masyarakat. Untuk itu, kemitraan dan kerja sama harus teguh kita lakukan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun sektor swasta,” tutur Anita.

Vice President For Knowledge Management and Sustainable Depelopment Bank Pembangunan Asia Bambang Susantono mengatakan bahwa kota apabila dikembangkan dengan baik selalu akan menarik bagi warga baru untuk menjadi urbanisasi.

”Itu natural. Untuk itu dalam mengembangkan kota diperlukan manajemen yang baik, baik dari segi perencanaan, partisipasi masyarakatnya, maupun teknologinya,” tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Ibu Kota Dipindah, Kementerian PUPR

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top