Kementerian PUPR Kembangkan Tiga Hal Ini 5 Tahun ke Depan

PUPR akan senantiasa mengejawantahkan lima visi Presiden Joko Widodo memiliki visi 5 tahun ke depan.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  18:08 WIB
Kementerian PUPR Kembangkan Tiga Hal Ini 5 Tahun ke Depan
Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kedua kiri), Mensesneg Pratikno (kiri), Gubernur NTT Viktor Laiskodat (kedua kanan), dan Bupati Belu Willy Lay (kiri) di sela-sela peresmian Bendungan Rotiklot di Belu, Atambua, NTT, Senin (20/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan berfokus kepada pengembangan infrastruktur pelayanan dasar, infrastruktur ekonomi, dan infrastruktur perkotaan.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Ekonomi dan Investasi Mohammad Zainal Fatah mengatakan bahwa Kementerian PUPR akan senantiasa mengejawantahkan lima visi Presiden Joko Widodo memiliki visi 5 tahun ke depan yakni hingga 2024.

"Kami akan mendorong pembangunan infrastruktur, bukan hanya yang backbone [Proyek Strategis Nasional] yang akan terus dilanjutkan, melainkan juga akan fokus pada bagaimana mengembangkan infrastruktur pelanyanan dasar, kemudian kami akan memastikan kegiatan ekonomi terdukung infrastruktur yang memadai dan terakhir pengemnbangan kota-kota baru," paparnya, Rabu (2/10/2019).

Adapun, infrastruktur pelayanan dasar terwujud dalam beberapa hal yakni akses perumahan dan permukiman yang layak, aman, dan terjangkau, pengelolaan air tanah, dan air baku aman berkelanjutan, akses air minum dan sanitasi, keamanan dan keselamatan transportasi, serta ketahanan kebencanaan infrastruktur.

Sementara itu, pembangunan infrastruktur ekonomi meliputi konektivitas antara kawasan terbangun dan kawasan tertinggal, waduk multiguna dan modernisasi irigasi.

Kemudian, pembangunan infrastruktur perkotaan menitikberatkan pada air minum dan sanitasi perkotaan, serta perumahan di kota besar dan metropolitan.

Selain itu, Fatah juga menyampaikan bahwa infrastruktur hijau dan infrastruktur tangguh bencana adalah arus utama dalam koridor pembangunan infrastruktur.

"Ada beberapa hal yang ke depannya akan kami wujudkan sebagai koridor kebijakan dalam pembangunan infrastruktur yakni pengarusutamaan infrastruktur hijau dan memastikan infrastruktur yang kami bangun tangguh terhadap bencana alam yang mungkin terjadi," tutur Zainal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangunan, Kementerian PUPR

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top