Sri Mulyani Mengeluh, Realisasi Belanja K/L Baru 33,3 Persen

Padahal, belanja modal yang produktif sangat dibutuhkan dalam rangka menstimulus perekonomian yang akhir-akhir ini terus tertekan akibat ketidakpastian global.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 25 September 2019  |  13:13 WIB
Sri Mulyani Mengeluh, Realisasi Belanja K/L Baru 33,3 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi paparan dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Selasa (19/3/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengeluhkan kementerian dan lembaga (K/L) yang masih cenderung lambat membelanjakan belanja modal dan Dana Alokasi Khusus Fisik (DAK Fisik).

Padahal, belanja modal yang produktif sangat dibutuhkan dalam rangka menstimulus perekonomian yang akhir-akhir ini terus tertekan akibat ketidakpastian global.

Per Agustus 2019, belanja modal di seluruh K/L hanya terealisasi sebesar 33,3 persen dari pagu anggaran atau hanya terealisasi sebesar Rp63 triliun dari Rp189,3 triliun yang dianggarkan.

Nominal realisasi belanja modal per Agustus 2019 merupakan yang paling dalam periode yang sama pada 3 tahun terakhir dimana pada tahun 2017 dan 2018 K/L berhasil merealisasikan belanja modal masing-masing sebesar Rp75 triliun dan Rp70,7 triliun.

Secara proporsi juga nampak bahwa persentase realisasi belanja modal pada Agustus 2019 juga paling rendah. Pada Agustus 2017 dan Agustus 2018 realisasi belanja modal mencapai 33,4 persen dan 34,7 persen dari pagu masing-masing tahun berjalan.

"Belanja modal realisasinya selalu yang paling rendah dalam tiga tahun terakhir dan ini menjadi tantangan bagi kita untuk meningkatkan perekonomian," kata Sri Mulyani, Selasa (24/9/2019).

Hal yang sama juga tampak pada realisasi DAK Fisik yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

DAK Fisik per Agustus 2019 hanya terealisasi sebesar Rp17,76 triliun atau 25,62 persen dari pagu yang mencapai Rp69,32 triliun.

Apabila dibandingkan dengan bulan yang sama pada 2018, realisasi DAK Fisik mencapai Rp28,49 triliun atau 45,64 persen dari pagu yang mencapai Rp62,43 triliun.

"Di sini tampak pola bahwa belanja dalam bentuk transfer uang cenderung cepat terealisasi, sedangkan yang terkait fisik seperti DAK Fisik dan belanja modal terus lambat," ujar Sri Mulyani.

Dari data realisasi APBN 2019 per Agustus, ditemukan bahwa belanja instan seperti bantuan sosial serta belanja pegawai sudah banyak terealisasi.

Realisasi belanja pegawai per Agustus 2019 mencapai Rp166,35 triliun atau 74,13 persen dari pagu yang mencapai Rp224,41 triliun.

Belanja bantuan sosial bahkan sudah mencapai 81,04 persen dari pagu yakni mencapai Rp78,66 triliun dari pagu yang mencapai Rp97,06 triliun.

Di bagian transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), Dana Alokasi Umum (DAU) per Agustus 2019 juga sudah terealisasi sebesar 74,98 persen atau mencapai Rp313,31 triliun dari pagu yang mencapai Rp417,87 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apbn

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top