Begini Proses Uji Beban Tol Layang Japek

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan uji beban dilakukan baik secara statis maupun dinamis dengan mengerahkan 16 truk berbobot 26 ton.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 24 September 2019  |  01:26 WIB
Begini Proses Uji Beban Tol Layang Japek
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyaksikan uji beban jalan tol layang Jakarta-Cikampek, Senin (23/9). Uji beban dilakukan secara dinamis dan statis dengan melibatkan 16 truk. - Bisnis / Rivki Maulana

Bisnis.com, BEKASI – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperkirakan tahap uji beban pada proyek jalan tol layang Jakarta–Cikampek (Japek Elevated) rampung pada akhir Oktober 2019.

Jalan tol layang sepanjang 36,4 kilometer dijadwalkan beroperasi pada November 2019.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan uji beban dilakukan baik secara statis maupun dinamis dengan mengerahkan 16 truk berbobot 26 ton.

Pada uji statis, truk berdiam di tengah struktur bentang sedangkan pada uji dinamis, truk bergerak dengan kecepatan tertentu.

Pengujian dilakukan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan ( KKJTJ) pada bentang 75 meter di KM 39.

Menurut Basuki, uji beban akan dilanjutkan pada titik-titik yang memiliki karakteristik khusus, mulai dari panjang bentang hingga ketinggian.

Pada pengujian yang dilakukan Senin (23/9) malam, struktur jalan tol layang lebih kaku dan mencerminkan tingkat keamanan yang baik.

“Ini strukturnya baja dan hasil uji ternyata lebih kaku. Ini lebih baik. Uji beban seluruhnya selesai akhir Oktober nanti sebelum operasi. Insya Allah, November ini [jalan tol] sudah bisa dilalui,” jelas Basuki, Senin (23/9/2019).

Untuk diketahui, progres jalan tol layang Jakarta-Cikampek saat ini telah mencapai 95%. Jalan tol dibangun guna mengurangi kepadatan di jalan tol eksisting. Walhasil, arus kendaraan di jalan tol menuju Bandung maupun Cirebon bisa lancar.

Sebelumnya, Basuki menyarankan PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), pemegang konsesi jalan tol layang Jakarta-Cikampek untuk menggunakan aspal karet.

Menurut Basuki, kualitas aspek karet lebih baik dibandingkan dengan aspal biasa dan lebih luwes. Sejauh ini, dari panjang jalan tol layang sejauh 36,4 kilometer, baru 10 kilometer yang sudah beraspal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top