Eksplorasi Pertambangan : Penemuan Cadangan Baru Turun Drastis

Penemuan cadangan terbukti komoditas pertambangan selama satu dekade terakhir mengalami penurunan dari 33 discovery pada rentang tahun 2000 sampai 2009 menjadi 6 discovery pada 2010 hingga 2015.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 23 September 2019  |  13:51 WIB
Eksplorasi Pertambangan : Penemuan Cadangan Baru Turun Drastis
Ekskavator mengangkut tanah ke truk di tambang terbuka milik PT Timah Tbk. di Pemali, Bangka, Indonesia, Kamis (25/7/2019). - Reuters/Fransiska Nangoy

Bisnis.com, JAKARTA — Penemuan cadangan terbukti komoditas pertambangan selama satu dekade terakhir mengalami penurunan dari 33 discovery pada rentang tahun 2000 sampai 2009 menjadi 6 discovery pada 2010 hingga 2015.

Ketua Umum Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sukmandaru Prihatmoko mengatakan sebenarnya perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) maupun Kontrak Karya (KK) ingin melakukan eksplorasi untuk membuat bisnisnya berkelanjutan. Hanya saja, ada beberapa faktor yang membuat kegiatan eksplorasi tersebut menurun.

Pertama, tidak adanya pembukaan daerah eksplorasi baru karena proses lelang Wilayah Izin Usaha Pertambanan (WIUP) belum berjalan dengan baik, misalnya karena terganjal masalah hukum. Apabila proses lelang berjalan baik, maka akan membuka masuknya investor atau pelaku eksplorasi baru.

Kedua, lesunya eksplorasi di dalam wilayah IUP maupun KK bisa saja terjadi karena target eksplorasi yang semakin mengecil atau malah tidak ada. Pemilik IUP maupun KK hanya berfokus menambang saja.

"Untuk tipe IUP atau KK seperti ini, walaupun diwajibkan melalui regulasi untuk melakukan eksplorasi, kecil kemungkinan bisa jalan," katanya kepada Bisnis, Minggu (22/9/2019).

Menurutnya, pemerintah harus melakukan perbaikan sistem lelang IUP untuk menarik investor eksplorasi, memberikan insentif bagi pelaku eksplorasi misalnya lewat kemudahan pengurusan izin, serta mempermudah masuknya pelaku eksplorasi independen.

Pemerintah juga dinilai harus mendorong perusahaan nasional untuk masuk di bisnis tambang termasuk kegiatan eksplorasi. Namun, hampir semua pemain nasional tidak punya pengalaman di bisnis eksplorasi sehingga mereka lebih ingin menjadi pihak penambang saja.

Di sisi lain, perusahaan asing dengan pengalaman eksplorasi tidak bangak bertahan di Indonesia. Kalaupun ada yang bertahan, karena sudah punya operasi sendiri seperti Vale maupun Newcrest.

"Pilihan solusinya, beri insentif kepada perusahaan yang mau lakukan eksplorasi dan atur proyek eksplorasi sebagai bisnis terpisah dari bisnis operating mine," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pertambangan, ekspor mineral

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top