Meski Surplus, Ekspor Nonmigas Masih Stagnan

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyatakan, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2019 mengalami surplus US$0,09 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit 0,06 miliar dolar AS.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 17 September 2019  |  14:22 WIB
Meski Surplus, Ekspor Nonmigas Masih Stagnan
Petugas dibantu alat berat memindahan kontainer dari kapal ke atas truk pengangkut di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Selasa (17/5). JIBI/Bisnis - Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia menyebut ekspor nonmigas belum membaik dipengaruhi kondisi perekonomian dunia yang melambat dan harga komoditas yang terus menurun.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko menyatakan, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2019 mengalami surplus US$0,09 miliar, setelah pada bulan sebelumnya mencatat defisit 0,06 miliar dolar AS.

Onny menyatakan, surplus tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas sejalan dengan penurunan impor nonmigas.

Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas meningkat disebabkan oleh penurunan kinerja ekspor migas, meskipun kinerja impor migas juga menurun.

Neraca perdagangan nonmigas pada Agustus 2019 tercatat surplus US$0,84 miliar meningkat dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar US$0,08 miliar.

Perkembangan surplus ini dipengaruhi penurunan impor nonmigas. Utamanya bahan baku atau penolong dan barang modal, sejalan dengan aktivitas investasi nonbangunan dan ekspor yang belum kuat.

Sementara itu, ekspor nonmigas belum membaik dipengaruhi kondisi perekonomian dunia yang melambat dan harga komoditas yang terus menurun, di tengah ekspor nonmigas ke negara Asean terutama ekspor produk manufaktur yang meningkat.

Defisit neraca perdagangan migas pada Agustus 2019 meningkat menjadi sebesar US$0,76 miliar, lebih tinggi dari defisit pada bulan sebelumnya sebesar US$0,14 miliar.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari dampak penurunan ekspor migas sejalan dengan harga minyak yang menurun.

Sementara itu, impor migas menurun terutama dipengaruhi oleh lebih rendahnya harga impor baik barang mentah maupun hasil olahan.

Onny mengatakan, Bank Indonesia memandang surplus neraca perdagangan pada Agustus 2019 positif dalam memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia di tengah kondisi global yang kurang menguntungkan.

Pertumbuhan ekonomi global yang melambat dan harga komoditas yang terus menurun memberikan pengaruh pada kinerja neraca perdagangan Indonesia.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal, termasuk prospek kinerja neraca perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Neraca Perdagangan

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top