Berkah Penjual Bambu dari PLTBm Siberut di Mentawai

Menteri PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro optimistis kehadiran PLTBm Siberut tidak sekadar menyuplai listrik ke masyarakat Kepulauan Mentawai, tetapi juga meningkatkan ekonomi lewat transaksi penjualan bambu dengan nilai kapitalisasi Rp2 miliar per tahun. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 17 September 2019  |  19:04 WIB
Berkah Penjual Bambu dari PLTBm Siberut di Mentawai
Petugas PT PLN (Persero) sedang melakukan persiapan peresmian PLTBm di Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, PADANG — Menteri PPN/Bappenas Bambang P.S. Brodjonegoro optimistis kehadiran pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) Siberut tidak sekadar menyuplai listrik ke masyarakat Kepulauan Mentawai, tetapi juga meningkatkan ekonomi lewat transaksi penjualan bambu dengan nilai kapitalisasi Rp2 miliar per tahun. 

"Harapannya, bapak ibu yang tersambung listriknya bisa memanfaatkan pembangkit listrik ini dengan menjadi petani atau yang menyediakan bambu," katanya, Selasa (17/9/2019).

Menurutnya, memasok listrik di Kepulauan Mentawai bukan sekadar menyambungkan listrik ke rumah warga saja, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT). 

Hal ini akan menguntungkan citra pariwisata Kepulauan Mentawai karena menggunakan energi bersih ketimbang energi fosil.

"Akan menarik terutama wisatawan dari negara maju kalau tahu pulau ini dilistriki EBT. Harus ada kombinasi keindahan pantai. Perkenalkan Mentawai adalah pulau yang indah, pulau impian para peselancar, dan juga pulau yang membawa nama indonesia dalam mengenalkan EBT di dunia," katanya. 

Adapun bambu dinilai ramah lingkungan dan tidak merusak ekologi hutan. Lantaran hal tersebut, dia mendorong agar teknologi ini juga diperluas dan diterapkan di wilayah Indonesia lainnya.

"Bambu tanaman bukan basis hutan, jadi dari bambu sangat ramah lingkungan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
energi terbarukan, bambang brodjonegoro

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top