Domba Muda Tampil Gemuk dengan Pakan dari Silase Jagung

Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan konsep budidya secara intensif domba lebih mudah yang dinilai lebih menguntungkan peternak. Metodenya adalah menggunaka pakan silase jagung, bukan dengan rumput.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 14 September 2019  |  05:00 WIB
Domba Muda Tampil Gemuk dengan Pakan dari Silase Jagung
Domba muda hasil budidaya FPP UMM. Istimewa

Bisnis.com, MALANG—Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkenalkan konsep budidya secara intensif domba lebih mudah yang dinilai lebih menguntungkan peternak. Metodenya adalah menggunaka pakan silase jagung, bukan dengan rumput.

Ketua Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) UMM Asmah Hidayati mengatakan penggemukan pada domba muda merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan di bidang industri peternakan karena permintaan daging tersebut cukup tinggi di pasar.

“Daging domba muda juga memiliki tekstur yang empuk jika dibandingkan dengan domba dewasa. Selain itu, lemak dari daging domba muda juga lebih rendah dibandingkan dengan daging domba dewasa,” katanya di Malang, Jumat (13/9/2019).

Peluang usaha tersebut, kata dia, ditangkap Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) yang merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat (PKM) dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yakni melalui penerapan Teknologi Pakan Silase Jagung Komplit.

Pengabdian ini dilakukan di laboratorium experimental farm UMM selama setahun pendanaan. Bahan baku domba muda dalam usaha penggemukan ini adalah dari hasil pembibitan domba yang dilakukan laboratorium Ekperimental Farm, Peternakan UMM.

“Selain itu, melakukan pembelian bakalan dari peternak yang ada di sekitar Batu dan Malang,” ucapnya.

Jumlah ternak domba yang dipelihara sebanyak 60 ekor jenis merino, dengan proses penggemukan selama 90 hari. Dengan masa penggemukan yang lebih cepat ini maka program PPUPIK penggemukan domba muda dapat meningkatkan market share.

Penggunaan silase jagung komplit juga pertambahan bobot badan domba lebih tinggi dibandingkan menggunakan pakan rumput,” ungkap Asmah.

Hasil penggemukan yang dilakukan program ini menunjukan bahwa dengan menggunakan silase jagung komplit, diperoleh penambahan bobot harian domba sebesar 150-150 gram/ekor/hari.

“Dengan demikian, masa penggemukan domba dalam praktik PPUPIK ini lebih cepat, yakni sekitar tiga bulan sudah dapat didistribusikan ke pasar. Program ini tentu menjadi peluang bisnis menjanjikan,” kata Asmah

Asmah yang merupakan Ketua Prodi Peternakan UMM menambahkan, penggemukan domba dilakukan guna memenuhi permintaan pasar daging domba di wilayah Malang dan sekitarnya.

Domba muda biasanya digunakan untuk konsumsi, aqiqah, maupun untuk qurban. Mekanisme penjualan dilakukan dengan cara konsumen datang langsung ke Experimental Farm UMM, atau domba langsung dikirim ke pemesan via telepon.

Lebih jauh Asmah menyatakan, program pengembangan usaha ini dimaksudkan untuk mengembangkan produk dari pemikiran riset dosen, yang kemudian diupayakan menjadi usaha yang bisa memperoleh keuntungan.

Selain itu, usaha ini juga bisa dipakai sebagai laboratorium terapan bagi para mahasiswa UMM berlatih berwirausaha. Ke depannya, pengembangan usaha ini dapat menjadi income bagi kampus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
domba

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top