Realisasi Peremajaan Tanaman Kakao Capai 69 Persen

Realisasi peremajaan tanaman kakao berusia tua atau rusak mencapai 69 persen dari total alokasi 2019. Luasan lahan yang telah menerima distribusi bibit tanaman baru sampai saat ini mencapai 4.665 hektare (ha).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 09 September 2019  |  09:41 WIB
Realisasi Peremajaan Tanaman Kakao Capai 69 Persen
Pekerja memeriksa buah kakao di Sunggal, Deli Serdang, Sumut, Selasa (8/1). - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Realisasi peremajaan tanaman kakao berusia tua atau rusak mencapai 69 persen dari total alokasi 2019. Dengan 6.660 hektare (ha) lahan yang menjadi target replanting, luasan lahan yang telah menerima distribusi bibit tanaman baru sampai saat ini mencapai 4.665 hektare (ha).

"Ini semua sudah proses penyaluran. Pupuk juga disalurkan. Kami berharap musim hujan supaya segera bisa tanam karena penanaman tergantung musim," ujar Kepala Sub Direktorat Tanaman Penyegar Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Bagus Hudoro, baru-baru ini.

Kementan tercatat menggelontorkan anggaran sebesar Rp84,58 miliar untuk program peremajaan kakao pada 2019. Dari target peremajaan 6.660 ha, sekitar 6,66 juta batang benih akan disalurkan dengan densitas 1.000 batang/ha. 

Adapun lokasi peremajaan berada di 17 kabupaten yang tersebar di 10 provinsi.

Dengan luas mencapai 1,6 juta ha, tanaman kakao menghasilkan yang diolah petani rakyat hanya mencakup area seluas 765.004 ha. Produktivitasnya pun masih rendah, rata-rata sebesar 730 kg/ha. 

Sementara itu, luas tanaman tua atau rusak mencapai 514.275 ha dan tanaman belum menghasilkan seluas 336.676 ha.

Bagus mengemukakan peremajaan merupakan langkah jangka panjang yang diambil Kementan untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao Tanah Air. Ia menyatakan benih tanaman baru memiliki potensi produksi sampai 2 ton/ha jika memasuki usia produktif.

Kendati demikian, Bagus tak memungkiri jika luas area kebun yang menjadi target peremajaan masih kecil. Dengan luas tanaman tak produktif yang mencapai 300.000 ha, ia mengemukakan idealnya peremajaan dilakukan pada 10 persen lahan.

"Sebenarnya targetnya setiap tahun itu 10 persen kita remajakan. Karena apa? Supaya nanti tidak serentak semua, kan repot nanti. Tapi ya kembali, kita kan ada batasan. Kami tetap berusaha dengan berapapun anggaran yang diberikan," sambungnya.

Selain peremajaan, Kementan juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp19,66 miliar untuk perluasan lahan kakao di 6 kabupaten yang berada di 4 provinsi dengan target seluas 1.340 ha.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kakao, perkebunan

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top