Jumlah Pengguna Aktif Gojek di Indonesia Setara dengan Aplikasi Ride-Sharing Terbesar Dunia

Data yang sama juga menyebutkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan Gojek di Indonesia setara dengan jumlah pengguna aktif bulanan aplikasi ride-sharing terbesar dunia di Amerika.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  08:45 WIB
Jumlah Pengguna Aktif Gojek di Indonesia Setara dengan Aplikasi Ride-Sharing Terbesar Dunia
Pengendara sepeda motor menggunakan aplikasi GPS (pelacak jalan) di gawainya saat berkendara di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (7/2/2019). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah pengguna aktif bulanan Gojek di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan dengan aplikasi on demand lainnya. Demikian data yang dilansir dari media Jepang, Nikkei.

Data yang sama juga menyebutkan bahwa jumlah pengguna aktif bulanan Gojek di Indonesia setara dengan jumlah pengguna aktif bulanan aplikasi ride-sharing terbesar dunia di Amerika.

Data tersebut diperkuat dengan hasil survei dari Alvara Research Center pada bulan Juli lalu yang mengatakan bahwa tiga layanan Gojek yaitu transportasi, pesan-antar makanan, dan pembayaran digital menjadi pilihan utama milenial nusantara.

VP Corporate Communications Gojek Group Kristy Nelwan mengatakan besarnya jumlah pengguna aktif Gojek ini menjadikannya sebagai sebuah ekosistem yang yang efektif bagi para partner berkolaborasi untuk mengembangkan bisnisnya.

 “Ekosistem kami dirancang sedemikian rupa untuk memungkinkan kolaborasi dengan partner bisnis sehingga dapat terus menghadirkan solusi dan kemudahan bagi para pengguna aplikasi Gojek, juga memperluas dampak sosial yang menjadi bagian penting misi kami,” ujarnya, dalam rilis yang diterima Bisnis, Rabu (28/8/2019).

Saat ini, Gojek telah memiliki sejumlah partner bisnis untuk mengembangkan berbagai aplikasi dari ekosistem yang terlah berhasil dibangun oleh Gojek, seperti GoGive, GoMall, GoNews, dan yang terbaru GoFitness.

Aplikasi Gojek pertama kali diluncurkan pada Januari 2015 untuk para pelanggan di Indonesia, dan sejak itu, telah berkembang menjadi platform mobile on-demand terbesar di Asia Tenggara, menawarkan berbagai layanan mulai dari transportasi dan pembayaran ke pesan-antar makanan, logistik, dan berbagai layanan on-demand lainnya. Gojek Group kini beroperasi di 207 kota di lima negara di Asia Tenggara.

Per semester 1/2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 155 juta pengguna, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi, hampir 400.000 mitra merchants, dan lebih dari 60.000 penyedia layanan di Asia Tenggara.

Gojek terus menjalankan misinya untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang positif dalam skala besar bagi pengguna, mitra pengemudi, mitra bisnis dan UMKM, serta mitra penyedia layanan di dalam ekosistemnya.

Founder & CEO Gojek, Nadiem Makarim, masuk ke daftar Bloomberg top 50 untuk tokoh-tokoh yang dinilai berhasil membuat dampak berskala global. Pada Juni 2019 Nadiem Makarim juga menerima penghargaan Nikkei Asia Prize ke-24 untuk kategori Inovasi Ekonomi dan Bisnis di Tokyo, Jepang. Nadiem menjadi tokoh teknologi penerima penghargaan termuda se-Asia di sepanjang sejarah Nikkei Asia Prize sejak pertama kali digelar sejak 1996; sekaligus menjadi anak bangsa pertama yang berhasil meraih penghargaan bergengsi pada kategori ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Gojek

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top