Ekonomi Global Bikin Gundah, Pemerintah Optimalkan Ekonomi Syariah

Pemerintah tengah memberdayakan potensi ekonomi syariah untuk menjawab tantangan ketidakpastian global.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 24 Agustus 2019  |  00:35 WIB
Ekonomi Global Bikin Gundah, Pemerintah Optimalkan Ekonomi Syariah
Menko Perekonomian Darmin Nasution (kiri) - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tengah memberdayakan potensi ekonomi syariah untuk menjawab tantangan ketidakpastian global.

Berdasarkan data dari Islamic Finance Development 2018, aset ekonomi Islam tumbuh sebesar 11 persen menjadi US$2,4triliun.

“Potensi ekonomi syariah yang sangat besar ini harus dapat dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Ini penting untuk mendukung perekonomian kita melalui upaya yang lebih terkoordinasi dengan baik,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution saat membuka Muktamar Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), Jumat (23/8/2019).

Darmin meyakini untuk mewujudkan optimalisasi potensi tersebut, IAEI sangat diperlukan. Organisasi yang didirikan pada 3 Maret 2004 ini dirancang untuk menjadi wadah para pakar ekonomi islam dalam mengembangkan dan menerapkan ekonomi syariah di Indonesia. 

“IAEI harus mampu memainkan peran strategis untuk mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia pada tahun 2024,” sambung Darmin Nasution. 

Darmin menerangkan bahwa keuangan syariah akan lebih berkembang jika ada interaksi kuat dengan sektor riil, salah satunya melalui pengembangan Industri Halal seperti halal food, islamic fashion, halal pharmacy, Islamic tourism, dan sebagainya. 

“Hal ini penting untuk meningkatkan value added kegiatan ekonomi berbasis syariah sehingga bisa meningkatkan share ekonomi syariah di dalam perekonomian nasional,” terang Menko Perekonomian. 

Data mencatat jumlah penduduk Muslim di Indonesia adalah terbanyak di dunia, yaitu 232,5 juta jiwa atau 87,18% dari total populasi. Untuk mendukung pengembangan potensi besar ini, program vokasi dan enterpreneurship pada program-program pendidikan syariah amat diperlukan.

Selain memerlukan model pengembangan yang lebih sesuai dengan dinamika perekonomian global, ekonomi syariah juga membutuhkan sinergi antarotoritas (Pemerintah, BI, OJK, dan LPS) dengan pelaku usaha dan akademisi. 

Menko Darmin berpesan agar IAEI mampu menjadi akselerator dan menjadi repository knowledge dalam penyiapan SDM yang unggul di bidang Ekonomi Syariah. 

Pemerintah juga akan memainkan peran dalam pengembangan ekonomi, bisnis, dan keuangan syariah. Mulai dari penguatan sektor riil ekonomi syariah, peningkatan efisiensi keuangan syariah, dan penguatan penelitian ekonomi syariah. 

Hal lain yang dilakukan adalah menerbitkan berbagai regulasi untuk mengatur pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu, inisiatif lainnya dilakukan dengan penyusunan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) dan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia (MEKSI).  

Senada dengan Menko Perekonomian, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro selaku Ketua IAEI menyampaikan pentingnya penciptaan SDM di bidang ekonomi syariah, sekaligus pengembangan sektor riil berbasis syariah. 

“IAEI memang dirancang untuk menciptakan SDM di bidang ekonomi syariah. Organisasi ini memang harus berakar di kampus, tapi tidak boleh berhenti di situ. IAEI harus berani keluar menghadapi sektor riil untuk pembangunan manusia dan kesejahteraan umat,” pungkas Bambang.

Acara bertajuk “Indonesia Menuju Pusat Ekonomi dan Keuangan Syariah Dunia” ini turut dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Sekretariat Jenderal IAEI Munifah Syanwani, serta pengurus dan anggota IAEI. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi syariah

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top