Okupansi Hotel di Papua Anjlok 30 Persen Akibat Kerusuhan

Pengusaha hotel di Papua dan Papua Barat terpaksa gigit jari akibat kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota di dua provinsi tersebut. Pasalnya, tingkat keterisian kamar atau okupansi anjlok hingga 30%.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 23 Agustus 2019  |  03:20 WIB
Okupansi Hotel di Papua Anjlok 30 Persen Akibat Kerusuhan
Wisatawan memotret kawasan wisata Piaynemo di Raja Ampat, Papua Barat, Kamis (4/6/2015). Kawasan tersebut merupakan salah satu tempat yang populer dikunjungi wisatawan domestik ataupun internasional di Raja Ampat. - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Pengusaha hotel di Papua dan Papua Barat terpaksa gigit jari akibat kerusuhan yang terjadi di sejumlah kota di dua provinsi tersebut. Pasalnya, tingkat keterisian kamar atau okupansi anjlok hingga 30%.

Menurut anggota Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Papua Barat Adri Syawal anjloknya okupansi tersebut merupakan ekses dari pembatalan sejumlah agenda instansi maupun perusahaan setempat yang biasa digelar di hotel.

“Okupansi hotel-hotel yang ada di tanah Papua turun dari rata-rata 70% menjadi 30%,” tuturnya ketika dihubungi oleh Bisnis.com Kamis (22/8/2019).

Acara yang digelar oleh instansi atau perusahaan di Papua Barat masih menjadi tulang punggung okupansi hotel hingga saat ini. Selain penurunan okupansi, kerugian berupa kerusakan bangunan juga harus dirasakan oleh sejumlah hotel.

“Ada hotel yang dirusak massa, ada yang tidak beroperasi karena pegawainya terpaksa diliburkan,” kata Adri.

Adri mengatakan bahwa PHRI Papua Barat masih belum menaksir berapa kerugian yang harus ditanggung akibat kerusuhan yang berlangsung sejak awal pekan lalu itu. Tapi yang jelas aparat keamanan telah berhasil menangkap sejumlah provokator perusakan hotel tersebut.

Saat ini, okupansi hotel yang ada di Papua Barat dan Papua sedikit terbantu oleh sejumlah instansi dari Jakarta yang datang untuk meninjau kondisi kerusuhan secara langsung. “Aktivitas konferensi pers dan kehadiran awak media juga ikut membantu,” tambahnya.

Lebih lanjut, Adri mengatakan kondisi di Papua dan Papua Barat saat ini sudah berangsur-angsur membaik. Aksi unjuk rasa lanjutan yang dilakukan di sejumlah kota berjalan dengan damai dibawah pengawasan aparat keamanan setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top