Transportasi Udara Diprediksi Tumbuh Signifikan, Tapi Kargonya Banyak Kendala

Perhubungan udara diprediksi menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan paling tinggi. Namun pada industri kargo udara masih banyak menghadapi kendala yang perlu diatasi.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  14:11 WIB
Transportasi Udara Diprediksi Tumbuh Signifikan, Tapi Kargonya Banyak Kendala
Petugas melakukan bongkar muat barang di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (25/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Perhubungan udara diprediksi menjadi sektor yang mengalami pertumbuhan paling tinggi. Namun pada industri kargo udara masih banyak menghadapi kendala yang perlu diatasi.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan sebagai bagian dari transportasi udara, industri kargo udara juga mengalami pertumbuhan signifikan pada 2019.

"Berdasarkan data dari beberapa perusahaan angkutan udara yang beroperasi di Indonesia bagian tengah, misalnya, tercatat pertumbuhan rata-rata sebesar 7 persen," katanya kepada Bisnis, Kamis (22/8/2019).

Adapun, angkutan kargo udara tersebut berupa barang cepat rusak atau perishable seperti daging, sayur, dan buah, barang khusus berupa vaksin, sampel batu bara, dan lain-lain.

Sayangnya, kata Setijadi, perkembangan kargo udara terkendala persoalan seperti sewa dan biaya tinggi di beberapa gudang bandara, serta layanan pemeriksaan keamanan barang dan pos yang juga berbiaya tinggi.

"Selain itu, masih terjadi ketidakcermatan penanganan bongkar muat di bandara yang mengakibatkan barang rusak atau salah kirim," ujarnya.

Sementara itu, SCI memprediksi sektor transportasi Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2019 akan tumbuh sebesar 11,56 persen menjadi Rp740,4 triliun.

Setijadi memprediksi kontributor tertinggi masih dari angkutan darat sebesar Rp380,8 triliun atau 51,43 persen dan angkutan udara sebesar Rp282,2 triliun atau 38,12 persen.

Angkutan laut berkontribusi sebesar 6,50 persen. Angkutan darat (jalan), angkutan sungai, danau, dan penyeberangan sebesar 2,30 persen dan angkutan rel sebesar 1,66 persen.

"Walaupun angkutan darat berkontribusi tertinggi, namun tingkat pertumbuhan tertinggi pada tahun 2019 diprediksi pada angkutan udara hingga 17,37 persen dan angkutan rel hingga 17,11 persen. Pertumbuhan angkutan-angkutan lainnya diprediksi di bawah 10 persen, yaitu angkutan darat 7,55 persen, angkutan laut sebesar 6,65 persen, serta angkutan sungai, danau, dan penyeberangan sebesar 6,24 persen," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri penerbangan, kargo udara

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top