Maskapai Garuda Indonesia Serius Garap Kargo Udara, Ini Buktinya!

VP Commercial Cargo Garuda Indonesia Dedy Irawan menuturkan konversi pesawat Boeing 737-800 itu sudah direncanakan guna menggenjot bisnis angkutan kargo di domestik dan internasional.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 21 Agustus 2019  |  16:24 WIB
Maskapai Garuda Indonesia Serius Garap Kargo Udara, Ini Buktinya!
Ilustrasi - Aktivitas di sebuah pesawat kargo logistik. - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Maskapai penerbangan pelat merah Garuda Indonesia tengah memproses konversi dua unit pesawat penumpang Boeing 737-800 menjadi pesawat khusus angkut kargo di Miami, Amerika Serikat. 

VP Commercial Cargo Garuda Indonesia Dedy Irawan menuturkan konversi pesawat Boeing 737-800 itu sudah direncanakan guna menggenjot bisnis angkutan kargo di domestik dan internasional.

"Garuda sudah merencanakan untuk mengkonversi pesawat penumpang dengan menggunakan Boeing 737-800 yang dikonversi dari penumpang ke kargo. Itu bulan Juni 2020 akan beroperasi, sekarang dalam proses konversi di Miami, Florida, USA," tuturnya kepada Bisnis.com, belum lama ini. 

Dia menjelaskan alasan penggunaan jenis pesawat B737-800 karena diklaim kuat dalam penerbangan Asia Pasifik. Selain iru, jenis pesawat itu dianggap paling cocok untuk menjalani penerbangan di sektor tersebut.

"Ini merupakan suatu pesawat yang cukup bagus untuk mungkin 6 jam--7 jam penerbangan nonsetop bisa dan kapasitas juga sangat fit untuk sekitar 23 ton. Melayani Asia Pasifik itu sangat cukup, ke depan kita akan ke China dan ke Australia," tegasnya.

Selain itu, penerbangan kargo domestik yang akan diperkuat Garuda yakni penerbangan ke Makassar, Balikpapan, dan Batam. Ketiga destinasi ini menjadi daerah dengan permintaan terbanyak.

Adapun, permintaan ke Batam banyak diisi oleh kargo barang-barang segar seperti cabai, sementara muatan balik banyak digunakan oleh aktivitas e-commerce.

Dia menegaskan pesawat freighter Batam-Jakarta-Batam dalam seminggu ada 6 kali penerbangan dengan volume berkisar 15 ton.

Untuk penggunaan pesawat tanpa awak atau unmanned aricraft system (UAS) sebagai angkutan kargo, dia menyatakan Garuda akan menguji coba lima unit pesawat UAS pada November 2019. 

"Belum ada regulasinya, Garuda Indonesia bersama dengan Kemenhub akan membawa regulasi drone untuk masuk ke dalam Organisasi Penerbangan Sipil Internasional [International Civil Aviation Organization/ICAO]. Mudah-mudahan bisa diterima ICAO, itu diterima, domestik bisa mengadopsi [regulasi] itu," jelasnya.

Dia menuturkan Garuda akan mendatangkan 100 unit drone dengan 5 unit di antaranya akan didatangkan terlebih dahulu untuk uji coba di daerah timur Indonesia. Jika penyiapan regulasi lancar, dia berharap uji coba dapat dilaksanakan pada November mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
garuda indonesia, kargo udara

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top