Wow, PT PP Bakal Garap Proyek SPAM Terbesar di Indonesia

Direktur Keuangan PT PP, Agus Purbiyanto mengatakan perseroan tergabung dalam sebuah konsorsium MMVP, terdiri dari Maynillad Water Services Inc., Metropac, PT Varsha Zamindo Lestari, dan anak usaha PTPP, PP Infrastruktur. 
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  18:15 WIB
Wow, PT PP Bakal Garap Proyek SPAM Terbesar di Indonesia
PT PP Properti Tbk - bumn.go.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT PP (Persero) Tbk. bakal menggarap proyek sistem penyediaan air minum dengan kapasitas 10.000 liter per detik (lpd) atau berkapasitas terbesar di Indonesia yang bisa melayani 2,8 juta penduduk.

Direktur Keuangan PT PP, Agus Purbiyanto mengatakan perseroan tergabung dalam sebuah konsorsium MMVP, terdiri dari Maynillad Water Services Inc., Metropac, PT Varsha Zamindo Lestari,  dan anak usaha PTPP, PP Infrastruktur. 

Dia menambahkan, konsorsium ini bakal mengolah air dari Bendungan Juanda, Purwakarta menjadi air bersih dan disalurkan ke perusahaan daerah air minum di Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, dan Kota Bekasi.

"Ini proyek unsolicited, kita bidding untuk mendapatkan konsesi air dari [Bendungan] Jatiluhur. Jadi kami [konsorsium] memproduksi air baku, dijual ke PDAM," jelasnya menjawab pertanyaan Bisnis.com di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Pada pekan lalu, konsorsium MMVP dan Perum Jasa Tirta II selaku pengelola Bendungan Juanda telah meneken kesepakatan terkait studi ketersediaan air baku yang menjadi bagian dari studi kelayakan. Proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) Djuanda mencakup bakal menggunakan skema kontrak berbasis kinerja dengan lingkup untuk lingkup jaringan perpipaan dan pelayanan pelanggan.

Direktur Pengembangan Bisnis PT PP, Aprindi menuturkan kapasitas tampung Bendungan Juanda amat banyak sehingga bisa dimanfaatkan untuk proyek SPAM skala besar.

Berdasarkan Laporan Tahunan Perum Jasa Tirta II 2017, potensi air yang bisa dikelola mencapai 13 miliar meter kubik per tahun dan saat ini baru dimanfaatkan sebanyak 8 miliar meter kubik.

Dia menambahkan, perseroan dan anggota konsorsium kini tengah merundingkan besaran partisipasi masing-masing anggota di konsorsium. Menurut Aprindi, pihaknya juga melakukan studi terkait kapasitas SPAM yang akan dibangun dan nilai investasi yang dibutuhkan. Bila studi telah rampung, konsorsium akan mengajukan prakarsa badan usaha guna mendapatkan konsesi pengusahaan SPAM. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ptpp, spam

Editor : Hendra Wibawa

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top