Industri Baja Lokal Siap Sokong Kenaikan Produksi Kereta INKA

INKA berencana membangun pabrik baru untuk memenuhi permintaan pasar global.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  10:01 WIB
Industri Baja Lokal Siap Sokong Kenaikan Produksi Kereta INKA
Pekerja menyelesaikan pembuatan kereta Light Rail Transit (LRT) di PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019). - ANTARA/Siswowidodo

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) menyatakan industri baja antikarat lokal mampu memenuhi kebutuhan produksi kereta oleh PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

INKA sendiri berencana membangun pabrik baru untuk memenuhi permintaan pasar global. Pembangunan pabrik tersebut ditargetkan rampung pada 2020 dengan kapasitas produksi hingga dua kali lipat dari kapasitas pabrik yang kini beroperasi.

Ketua Umum IISIA Silmy Karim mengatakan industri baja anti karat lokal siap memenuhi permintaan INKA untuk menambah level tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Menurutnya, serapan baja anti karat di dalam negeri rendah. Alhasil, produsen baja anti karat nasional sebagian besar menglaokasikan produksinya untuk pasar global.

"[Permintaan INKA akan] meningkatkan permintaan baja anti karat. Saya rasa bisa itu [INKA menaikkan TKDN]. Jadi, tidak ada isu dengan bahan baku," ujarnya kepada Bisnis, Senin (19/8/2019).

Silmy memperkirakan permintaan baja anti karat di dalam negeri masih di bawah 100.000 ton/tahun. Saat ini ada tiga produsen baja anti karat di dalam negeri yakni PT Chin San, PT Guang XI, dan PT Delong. Ketiganya memproduksi baja anti karat sekitar 5 juta ton/tahun.

Direktur Utama INKA Budi Noviantoro mengatakan pabrik baru akan dibangun di Banyuwangi lantaran dekat dengan pelabuhan. Budi berharap pembangunan pabrik beorientasi ekspor tersebut dapat meringankan defisit neraca pembayaran berjalan dengan tingginya konten lokal yang diproduksi perseroan.

“Regulasi TKDN tidak menyusahkan, justru kami senang. Kalau desain juga dimasukkan, TKDN sudah hampir 90%,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (19/8/2019).

Budi menambahkan pabrik baru tersebut akan memiliki kapasitas produksi 2—3 kereta/hari, tetapi akan dipacu hingga 3—4 kereta/hari untuk memenuhi maraknya permintaan di pasar global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
industri baja

Editor : Galih Kurniawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top